RSS

Tag Archives: rekomendasi venue outdoor jakarta

6 Tips Menghemat Biaya Pernikahan

Halo….

Akhirnya setelah 4 tahun terakhir berkutat dengan dunia per-wedding-an dan melihat-lihat trend pernikahan beberapa waktu terakhir, saya ingin share sedikit mengenai Tips Menyiasati Biaya Pernikahan. Tips ini mungkin paling relevan untuk mereka yang menikah di Jakarta dan sekitarnya.

Yang jelas, semua orang pasti punya dream wedding ya. Cuma, kebanyakan pasti akan terbentur dengan terbatasnya biaya pernikahan yang kian mahal. Nah ini dia, saran saya supaya acara/ pesta pernikahan minimal mendekati impian, tapi masih menyesuaikan dengan budget kita.

  1. Pertimbangkan Ulang Jumlah Tamu

Tidak bisa dipungkiri, jumlah tamu yang akan diundang merupakan salah satu faktor utama yang akan menentukan besarnya biaya pernikahan. Ini karena akan berkaitan dengan jumlah catering yang kita pesan, di mana normalnya dapat mencapai hingga 70% dari total biaya. Jadi, diskusikan dengan kedua orang tua dan keluarga calon, apakah harus mengundang tamu dengan jumlah besar hingga 1000 pax/ orang? Atau bisa disiasati dengan mengundang orang-orang yang dikenal cukup baik saja, tentu, selain keluarga ya. Pilihan untuk mengadakan pesta pernikahan dengan jumlah tamu yang tidak terlalu besar bisa jadi pilihan, misalnya dengan membatasi hingga 400-500 pax, atau 200-300 undangan.

Jumlah ini, bagi tipe pernikahan di Indonesia kebanyakan, memang agak sulit. Karena kita terbiasa memiliki keluarga besar, atau superbesar (seperti keluarga saya, heheh, yang untuk 1 extended family dari pihak ibu saja bisa 400 pax sendiri). Jika memang biaya terbatas, coba pertimbangkan opsi ini. Karena sebenarnya, toh sunnah pernikahan sebenarnya TIDAK harus mengundang semua orang yang kita kenal (bagi muslim ya). Yang penting ada walimah/ selebrasi/ perayaan sehingga orang-orang akan notice kalau si A dan B telah menikah.

Selain itu, intimate wedding kini mulai menjadi tren baru. Tak ada salahnya hanya mengundang teman-teman terdekat, true friends and family, untuk hadir di hari bahagia kita. Justru mereka itu yang akan memberikan doa tertulusnya untuk kebahagiaan kita.

Kalau saran saya sih, utamakan menjamu tamu dengan makanan yang lebih baik, daripada mengundang semua orang tapi seadanya. Ingat, tamu kita juga meluangkan waktu, tenaga, biaya untuk datang ke pesta pernikahan kita, sehingga baiknya mereka mendapat jamuan yang sebaik mungkin.

2. Venue Pernikahan

Pilih venue/gedung/lokasi pernikahan yang menerapkan surcharge vendor yang tidak terlalu besar, tapi tetap sesuai dengan kebutuhan kamu. Venue pernikahan ternama, misalnya gedung-gedung di tengah kota, atau di jalan-jalan protokol utama, biasanya menerapkan surcharge vendor yang sangat besar, bahkan dapat mencapai 30% dari jumlah transaksi per vendor (khususnya catering). Contoh, jika catering yang kamu order aslinya sejumlah 70jt rupiah, maka dengan venue A yang menerapkan surcharge 30%, kamu harus membayar lagi sebesar 30juta HANYA untuk charge tambahan untuk pesanan catering kamu. Surcharge ini sebenarnya tak lain semacam biaya komisi bagi gedung atas vendor-vendor yang digunakan. Akan tetapi, charge ini tentunya akan kembali dibebankan kepada konsumen, sehingga kita yang harus membayarnya.

Kurang yakin? Coba saja tanyakan ke salah satu catering, harga buffet per pax di gedung A dan B, dengan item yang sama, nanti mereka akan memberikan harga yang berbeda. Kalau mau tanya harga catering aslinya? Tanyalah untuk acara di rumah, karena tidak akan ada surcharge yang ditambahkan untuk acara di rumah.

Masih ada kok, venue pernikahan di Jakarta, yang ramah surcharge. Misalnya Felfest UI, dia menerapkan surcharge flat dan masih rasional. Gedung Sabha Widya di Wisma Makara UI malah tidak menerapkan surcharge di tahun 2018, tapi entah untuk 2019. Azila Villa juga menerapkan surcharge flat, bahkan tidak perlu membayar surcharge jika menggunakan catering in-house.

3. Vendor Pilihan

Setelah hitung tamu dan dapat tempat yang cocok, nah saatnya untuk memilih vendor lainnya. Untuk memilih vendor, kamu bisa utamakan memilih vendor rekanan. Karena vendor rekanan biasanya telah dijamin kualitasnya, dan juga, dikenakan surcharge vendor yang lebih murah daripada vendor non rekanan.

Sebagai opsi, kamu bisa juga pilih vendor-vendor yang baru merintis. Banyak yang menawarkan harga promo, misalnya photography, atau entertainment. Karena mereka baru, biasanya akan butuh lebih banyak promosi dan portofolio. Nah, manfaatkan momen ini untuk mendapatkan best deal dari mereka. Yang penting, tentu saja kamu cocok dengan produknya, dan yakin dengan orang-orangnya. Untuk vendor baru, ada baiknya juga kalau kamu tetap mencari referensi dari vendor lain yang terkait, atau pernah bekerja sama dengannya.

4. Buat Prioritas Vendor

Alokasikan mana yang akan menggunakan budget lebih besar dari masing-masing vendor. Misal, lebih baik kamu memilih menikah di gedung A yang mengenakan surcharge catering 10%, daripada di gedung B yang surchargenye adalah 30%. Selisih 20%, bisa kamu gunakan untuk menghemat, atau meng-upgrade kualitas catering pilihan, misalnya dari harga 75ribu/pax menjadi 85ribu/pax.

Lalu, contohnya lagi, manakah yang lebih kamu pilih? Dekorasi oke punya, tapi vendor foto pas-pasan, atau, turunin dikit standar dekorasi, lalu selisihnya kamu bisa gunakan untuk upgrade kualitas foto dan video kenangan kamu? Well, sekadar saran, meski dekor kamu standar, kalau fotografer kamu oke punya, nanti fotonya akan terlihat jauh lebih manis, elegan, berkelas. Jadi, kalau saya sih, utamakan vendor foto dan videonya dulu, karena nanti foto dan video yang akan tersisa untuk menjadi kenangan. 🙂

5. Gunakan Paket Pernikahan

Menggunakan paket pernikahan bisa jadi opsi juga. Karena dengan memilih paket, setidaknya kamu telah menghemat untuk menyeleksi vendor yang bonafid atau tidak. Kedua, para vendor biasanya menerapkan harga khusus untuk paket pernikahan, sehingga at the end harganya akan lebih murah daripada jika kamu memesan vendornya satu-satu. Jika tidak memakai WO, menggunakan paket pernikahan juga semacam menyelesaikan 1/2 kerempongan pernikahan, apalagi untuk acara-acara dengan jumlah tamu yang tidak terlalu besar, 400 pax misalnya. Cukup tambahkan beberapa orang panitia dan PJ acara, dari keluarga dan/atau teman kamu untuk membantu check2 pada saat acara, karena dengan adanya paket pernikahan, penyedia paket mestinya telah mengkoordinasikan persiapan-persiapannya.

6. Gunakan Waktu Weekday

Ini memang agak tidak lazim, tapi sebenarnya Friday Night bisa jadi opsi lhoh, karena besoknya adalah hari Sabtu (kebanyakan libur), dan orang bisa sekalian kondangan sepulang kerja. Kalau kamu merasa opsi ini oke, kamu bisa juga mencoba menanyakan ke vendor-vendor (utamanya venue), apakah mereka punya diskon khusus untuk pernikahan yang diadakan saat weekday. Negosiasi potongan ke vendor lainnya pun akan lebih longgar, karena job vendor pernikahan itu menumpuk di hari Sabtu dan Minggu saja. 🙂

Mungkin itu ya, sedikit tips dari saya. Kalau punya saudara, kenalan, yang pusing mau menikah, mungkin bisa dibantu untuk share 🙂

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on January 9, 2019 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , , , , , ,