RSS

Tag Archives: Academic IELTS

Tips Belajar IELTS (Band Score: 7.5) Part 2

Di blog post sebelumnya saya sharing pengalaman saya dalam belajar IELTS, yang lebih fokus membahas mengenai sumber bahan bacaan dan belajar. Di bagian ini, saya akan lebih memfokuskan tentang bagaimana sistem belajar saya dalam mempersiapkan IELTS.

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, persiapan tes IELTS saya dapat dibilang tidaklah lama, hanya 1,5 bulan saja. Saya anggap itu agak nekat karena saya sebelumnya sama sekali belum pernah “menyentuh” IELTS. Bahkan tipe-tipe soalnya seperti apa saja tidak tahu, karena sebelumnya saya hanya belajar TOEFL. Otomatis, di tes IELTS ini saya harus mempersiapkan tes dari dasar, ditambah lagi saya juga sudah lama tidak “menyentuh” buku-buku berbahasa Inggris dan semacamnya. Jadilah saya cukup kagok, termasuk harus mengulang materi-materi grammar dan tenses.

Atur Jadwal Belajar, dan Komitmen!

Karena saya juga bekerja office hour, maka saya hanya punya waktu di pagi hari (sebelum berangkat kerja), siang saat istirahat, serta malam sepulang kerja. Dalam 1,5 hingga 2 bulan terakhir saya mengatur jadwal sebagai berikut:

Pagi      : Writing dan Reading

Siang    : Online course dari Youtube, IELTS-simon, dsb.

Malam  : Listening dan Speaking

Ketika siang hari waktu istirahat, saya terkadang menggunakan waktu istirahat siang saya dengan browsing internet dan Youtube, karena di rumah saya tidak punya bandwidth melimpah, hehe. Jadilah saya memanfaatkan jaringan internet kantor saat istirahat untuk belajar.

Intinya saya membagi waktu sesuai kemampuan saya, dan juga sesuai dengan karakter section tes-nya. Misal, karena reading comprehension saya jelek, pada pagi hari saya lebih memilih writing dan reading karena ketika reading saya membutuhkan (paling) banyak konsentrasi dibandingkan dengan listening dan speaking. Saya lebih memilih speaking pada malam hari karena latihannya bisa lebih santai menjelang tidur, begitu juga listening yang sifatnya lebih “sedikit menghibur” dibandingkan dengan tipe section tes lainnya. Pembagian jadwal belajar per section ini membantu saya mengorganisir IELTS comprehension saya di semua section tes, agar hasilnya tidak terlalu timpang.

Membuat Daily Progress Report

Selain membagi jadwal belajar, saya juga membuat tabel yang isinya adalah progress report harian saya. Jadi di setiap harinya, saya selalu punya catatan: belajar tentang A di Listening Section, belajar tentang B di Writing Section, perkiraan band score per section saat latihan soal (dengan presentase soal yg saya jawab betul), serta latihan soal mana yang saya gunakan, misalnya Cambridge 3, Barron’s Practice 1, dan sebagainya. Hal ini membantu saya untuk melihat bagaimana pembagian waktu saya dalam belajar, serta capaian saya dalam belajar, apakah mengalami kenaikan, penurunan, atau stagnan. Terlampir contoh tabel yang saya pakai untuk daily progress report. Silakan dipakai jika dapat membantu 🙂 –> IELTS Progress – Ika

Berdoa

Percaya atau tidak, selalu ada X-factor yang membantu kita. Jadi berdoalah supaya usaha kita berkah dan ketika ada kesulitan, X-factor itu akan ada, hehehe. Sebenarnya saya kemarin pesimis apakah saya akan mencapai target band score saya. Pasalnya, ketika mengerjakan tes, saya merasa kurang teliti sehingga dalam mengisi jawaban kurang sesuai dengan instruksi. Kalau tidak salah, perintahnya cukup dengan mengisi huruf, A, B, C, D, dsb. Akan tetapi, saya malah mengisi dengan kata-kata yang menjadi jawabannya, misalnya “pilot”, “aisle”, dsb. Sehingga sepulang tes pun saya agak pasrah karena menganggap saya tidak mengikuti instruksi dalam menjawab soal. Ternyata eh ternyata, Reading Section saya mendapat band score 8.5! #jingkrakjingkrak

Sekian sharing saya tentang pengalaman belajar IELTS. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!

🙂

Advertisements
 
3 Comments

Posted by on July 28, 2015 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , ,

Tips Belajar IELTS (Band Score: 7.5)

Bulan Desember 2014 lalu saya mengambil tes Academic IELTS pertama saya. Hasilnya? Alhamdulillah cukup memuaskan. Overall Band Score saya 7.5, dengan nilai Listening 6.5, Reading 8.5, Writing 7.0, dan Speaking 7.0. Cukuplah untuk mendaftar 50 besar universitas dunia, tapi perkara diterima atau tidaknya itu urusan nanti. hehehe.

Persiapan tes IELTS saya bisa dibilang tidak lama, hanya sekitar 1,5 bulan efektif. Persiapan itu benar-benar saya mulai dari NOL. Mulai dari saya membaca apa saja yang akan diujikan di IELTS, bagaimana tipe soalnya (yang sudah tentu berbeda dengan TOEFL), latihan reguler (tidak setiap hari), serta mempelajari tips-tipsnya.

Bahan Belajar: Barrons, Cambridge, IELTS Simon, dan Youtube

Bahan belajar saya ambil dari buku IELTS terbitan Barron’s, IELTS dari Cambridge (Edisi 1-9), website IELTS Simon (www.ielts-simon.com), dan Youtube. Semua materi tersebut tidak saya lahap semuanya. Hanya saya ambil parsial, karena jika dalam 1,5 harus melahap semua materi yang ada bagi saya kurang feasible mengingat saya juga bekerja office hour dan pada saat yang sama juga menyiapkan aplikasi beasiswa (tetapi belum lulus, hehe).

IELTS Barron’s vs IELTS Cambridge

Buku IELTS terbitan Barron’s lebih saya pakai untuk tambahan materi dasar, seperti beberapa style dalam mengucapkan nomor telepon, membuat kerangka writing, tips-tips mengerjakan soal, dan sebagainya. Sedangkan buku IELTS terbitan Cambridge saya fokuskan untuk latihan soal sehari-hari dalam semua section soal baik listening, reading, writing, dan speaking. Hal tersebut karena menurut teman-teman saya yang sudah mengikuti tes IELTS terlebih dahulu mengatakan bahwa tipe soal lebih mirip ke IELTS Cambridge daripada Barron’s. Buku IELTS Barron’s dapat diperoleh di toko buku dengan harga sekitar 500-600 ribu rupiah (saya lupa tepatnya).

IELTS Simon

Website http://www.ielts-simon.com ini sebenarnya adalah sejenis blog yang dimiliki oleh (mantan) examiner IELTS. Di website ini, kita bisa belajar tips-tips dalam mengerjakan IELTS, termasuk juga latihan soal yang disertakan contoh jawaban dan review-nya. Meskipun demikian, contoh jawaban tidak diberikan di waktu yang sama dengan pemberian soal sehingga kita seperti belajar dengan tutor. Materi di dalam website ini di-update hampir setiap hari. Beberapa waktu terakhir, pemilik website juga memberikan materi dalam bentuk video gratis dan berbayar. IELTS Simon ini banyak membantu saya dalam writing section. 

Youtube

What we cannot find on Youtube? Sepertinya semua ada di youtube. Mulai dari video cover lagu, cara membuat kue, sampai siaran TV BBC semuanya ada, termasuk juga materi belajar IELTS. Saya sendiri menggunakan youtube untuk belajar tips-tips IELTS, dan melihat beberapa contoh speaking section, dari yang score-nya jelek sampai yang bagus. Dari sana, saya bisa mengukur bagaimana kualitas speaking saya, dan juga memperkirakan bagaimana kira-kira speaking section berlangsung. Untuk writing, kita dapat menemukan video bagaimana cara menyusun struktur tulisan dan mengatur waktu ketika mengerjakan soal.

—–

to be continued…

 
2 Comments

Posted by on June 23, 2015 in Uncategorized

 

Tags: , , , , , , ,