RSS

Daily Archives: March 28, 2019

Random Notes of Life

Build your own dreams, or someone else will hire you to build theirs.” ~Farrah Gray

Beberapa waktu terakhir ini, saya banyak sekali bertemu anak-anak muda, seumuran saya, dengan karir yang tadinya cukup cemerlang, memutuskan untuk quit their job, meninggalkan runitias kantoran sehari-hari, dan membangun usaha dan mimpi mereka sendiri. Sebagian masih lajang, bekerja di perusahaan bonafid atau sedang naik daun. Yang lainnya, bahkan ada yang sudah di level AVP (Asisten Vice President), atau yang setaranya. Menarik! Menurut saya.

“Enough is enough kadang. Ternyata karir itu bukan segalanya.” Memang. Orang ini, bahkan tak pernah sedikitpun bercerita tentang keluarganya, seperti kebanyakan orang Indonesia pada umumnya. Telling about family life, kids or spouse. Tapi dia bilang, “Posisi saya sebenarnya sudah bagus di kantor. But in life, enough is enough, saya merasa hidup saya dibeli oleh perusahaan. Jadi saya memutuskan mengerjakan yang lain.” Cerita uniknya yang saya korek setelah mendengar rencananya berlibur ke Islandia. Traveling memang connecting people, most often.

Pemuda lainnya, mengirimkan saya text whatsapp dan memperkenalkan diri sebagai vendor yang ingin bekerja sama. Karena bahasanya sangat sopan, akhirnya saya (entah kenapa) memutuskan untuk ketemuan saja. Ternyata, kami satu almamater, dan satu angkatan, hanya beda jurusan (dan mungkin pergaulan, wkwkwk). Obrolan kami end-up pada cerita yang agak personal, tentang karir masing-masing, dan tentang lingkaran-lingkaran orang yang kami kenal satu sama lain. Dunia itu, memang sempit! Teman baru saya satu ini, memutuskan untuk meninggalkan karirnya dari sebuah Unicorn Startup, dan serius dengan bisnis yg telah dirintisnya. Dan dalam 2 tahun, menurut cerita dia dan rekan-rekannya, itulah titik point bisnisnya berkembang: karena serius nyemplung di dalamnya.

Ada juga yang lain, ternyata juga kami satu almamater, dan satu angkatan. Seperti layaknya karakter umum almamater saya yang bisanya, bisa dibilang flamboyan dan easy to blend, obrolan nyambung ke mana-mana. Dia pun akhirnya mengaku dulunya bekerja di perusahaan multinasional dan memutuskan untuk quit. Well, saya jadi berpikir: gw ngapain aja selama ini? Hahaha, begitu simpelnya.

Sepertinya Allah mempertemukan saya dengan orang-orang yang menjadi penyemangat atas impian, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Banyak orang yang telah saya (dan suami) temui, mulai tipe para “yes-person” yang disukai para atasan, anak kemaren sore yang rada nekad cari celah ngesub kerjaan kantor, hingga orang tak tahu malu yang tidak punya integritas dan harga diri sekedar untuk mencari recehan. Semua ada, dan itu nyata adanya.

Dengan suami yang bekerja mandiri sebagai geologist, dan kami yang baru merintis usaha baru untuk bisa hidup lebih mandiri, kami banyak sekali menemui orang-orang tidak jujur. Bahkan seolah tidak ada ruang bagi orang yang jujur. Seolah pintu rejeki itu lebih lebar didapatkan dengan segala manipulasi. Padahal tidak. Kami percaya rejeki itu ada di sana, pilihan kita lah untuk menjemputnya dengan jalan yang benar atau tidak. Kadang agak sulit untuk menerima, apalagi jika itu melibatkan orang dekat, tapi saya percaya di luar sana masih banyak orang baik. Banyak sekali. Pastinya. Dan kami percaya kami hanya akan didekatkan dengan orang-orang baik itu. Itu saja.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 28, 2019 in Uncategorized