RSS

Traveling with Baby

26 May

Well, lama tidak menulis blog, kali ini saya ingin sedikit sharing tentang persiapan trip dengan Maryam, anak saya yang baru berumur 16 bulan pada saat keberangkatan (eits, pas ulang bulan ternyata).

Jadi, persiapannya mungkin akan sedikit heboh. Sedikit ya, sedikit versi saya. Haha. Jadi ceritanya weekend ini saya akan ke Singapore bersama Mas Aldi, Maryam, Ibu, Bapak, Dani dan Lala (adek-adek saya). Cuma 3 hari sih sebenarnya, tapi yakin bawaannya akan heboh. Secara Maryam kemungkinan punya alergi, jadi nggak bs makan sembarangan. So, rencananya saya akan membawa rice cooker, bottle sterilizer, botol-botol dot (6 set), tempat makan maryam, makanan jadi untuk Maryam, snacknya Maryam dan termos air panas kecil untuk bikin susu.

Kami memutuskan untuk menginap di hostel. Pertama karena lebih ekonomis, kedua karena ada dapurnya. Awalnya kami ingin stay di apartmen via Airbnb karena akan bisa lebih leluasa untuk masakin Maryam, tapi kok cukup ribet juga ternyata. Selain apartement yang harganya masuk budget itu jauh di pinggiran kota (atau at least agak jauh dari stasiun MRT atau halte), biaya staynya jadi 2X lipat kalau dibandingkan tinggal di hostel. Lumayan kan bs buat masuk 1 tempat wisata untuk ber-enam. hehe. Jadilah kami memilih stay di hostel, sekamar ber-6 (7 termasuk Maryam), dan jaraknya cuma 500-an meter dari Lavender MRT. Selain itu, mereka juga punya pantry yg bs kalau sekadar untuk menghangatkan makanan. So, rencana yg tadinya mau masak-masak di apartemen, jadi cukup bawa masakan matang nanti diangetin di microvawe. Kalau untuk rice-cooker, saya sudah ijin dulu ke hostelnya, memastikan bahwa nanti akan diijinkan bawa rice-cooker buat Maryam. Begitulah.🙂

Persiapan pun tak cukup itu. Berhubung nanti akan banyak jalan kaki, mau tak mau akan lebih nyaman kalau pakai stroller. Sebenarnya di rumah sudah ada stroller, tapi berat dan besar. Bukan tipikal stroller untuk travel yg ringan dan bs masuk kabin. Bs nyahek kalo gendong-gendong Maryam di Bandara Changi kan. Jadilah, saya berburu travel stroller. Review travel stroller mungkin sebaiknya saya tulis terpisah kali ya.

Awalnya sempat terlintas untuk sewa stroller saja. Toh saya di rumah sudah punya stroller. Masa’ ya stroller 2. Nah, saya pun hunting info sewa travel stroller, mulai dari yg di Jakarta (harganya sekitar mulai dari 150.000/bulan), juga di Singapore (3 Hari sekitar 500 ribu itu merk Mini). Nah, kalo dihitung-hitung kok sayang ya. Di Singapore mahal, di Jakarta ribet ngambil dan antarnya. Akhirnya kami memutuskan untuk beli stroller saja. Jadilah kami beli travel Stroller Cocolatte Pockit yg bs dilipat kecil banget dan juga ringan dan bisa ditenteng.

Oke, stroller beres. Lainnya? Tentu saja persiapan rute dr itinerary yg sudah disusun. Pada dasarnya saya memang org yg well-prepared. Dengan travelling sm Maryam, jadilah persiapan tambah extra. Intinya, saya tdk suka nanti direpotkan di jalan karena printilan-printilan kecil. Sebelum berangkat saya pun sudah mengecek rute dan alternatif transportasi (jarak, waktu dan biaya), termasuk berapa jauh kami berjalan kaki dan rute yg dipilih dari transportasi tertentu, misalnya pakai MRT vs pakai bus + MRT, atau mungkin Uber saja. Saya yang bukan pengguna Uber, kini sudah menginstall Uber di HP dan set Credit Card di dalamnya, untuk meminimalisir membawa uang cash.

 
Leave a comment

Posted by on May 26, 2016 in Uncategorized

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: