RSS

Business Trip vs Trip “Nggembel” Mahasiswa

18 Feb

Beberapa minggu lalu, saya sengaja ngumpul dengan Genk Mafia saya. Bukan apa-apa. Mafia adalah sahabat-sahabat saya yang berasal dari kalangan pemburu konferensi pemuda. Yang gratis, atau minimal yang kira-kira bisa disupport sponsor atau beasiswa pemerintah. Hehe. 

Iseng-iseng, tanpa sadar kami curcol masing-masing. Kehidupan kami, sedikit banyak sudah berubah. Masing-masing sudah bergelut dengan kesibukannya yang baru. Tak lagi berurusan dengan UTS, UAS, atau tugas kuliah, kecuali Zulfadhli yg sekarang back to campus: S2. Masing-masing dari kami, setidaknya sudah merasakan apa yang disebut dengan business trip

Anehnya, entah kenapa kami malah lebih menikmati ngetrip gembel ala mahasiswa dulu. Ada cerita, ada kenangan yang sampai hari ini tidak bosan kami bagi. #Halah. Rasanya, semua lebih berwarna meskipun kemana-mana jalan kaki. Kalau makan pun cari makanan yang paling murah. Kalau perlu bawa pop mie sebanyak-banyaknya! Wkwkwk. Air putih pun, isi aja dari kran-kran. Lebih baik jalan kaki berkilo-kilo daripada naik taksi. Kalau beli oleh-oleh, nawar semurah-murahnya, kalau perlu sambil kedip-kedipin mata ke yang jual. Hahaha. Ngeteng pesawat kalau perlu, selama itu lebih murah.

Beda sekali dengan trip dari kantor (tugas kantor). Meskipun semua tinggal issue, makan tinggal makan, jalan tinggal panggil taksi, tidur di yang kasurnya empuk, kami tak punya banyak oleh-oleh cerita. Semua berlalu begitu saja. Tak ada cerita pulang jam 2 pagi. Tak ada cerita tersesat. Tak ada cerita lucu-lucu di stasiun kereta dan halte bis. Tak ada juga foto-foto yang sampai 2 bulan kemudian masih penuh dengan “caci maki” komen-komen ketika trip. Semua terasa formal. 

Sesekali kami berseloroh, “Mungkin belum saatnya kita tidur di hotel bagus, makanya lebih suka nggembel jaman mahasiswa dulu…” haha. Ini bukan karena kami tidak bersyukur. Kami semua tentu sangat bersyukur atas kehidupan kami sekarang. Kami hanya berharap semoga masih ada kesempatan kami ngebolang seperti dulu lagi. Ramai-ramai. Mungkin efek ramai-ramai itulah yang membuat beda. Ah, jadi kangen ngegembel di negeri orang….

 
Leave a comment

Posted by on February 18, 2014 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: