RSS

When God Writes Your Love Story

16 Jul

Ternyata ada berbagai macam kisah orang-orang ketemu jodohnya. Mulai dari lagi fotokopi di tempat fotokopian lalu love at the first sight, naksir sama nasabah bank yang rajin menabung, sampai “pacar lima langkah” yang kaya’ lagu dangdut itu alias jodoh ternyata cuma tetangga sebelah –> itu mah bapak ibu saya. Hahaha.

Rasanya menarik menulis kisah cinta orang-orang, yang akhirnya menjadi suami istri. Ini sih, singkatnya tentang bagaimana mereka bertemu pertama kali, dan bagaimana selanjutnya mereka jatuh cinta, yang kemudian ujungnya mereka menikah.

Jadi ceritanya pagi ini saya sengaja menelpon beberapa teman SMA: Gita, Shinta Hartono, dan Shinta Zulit. Khusus tanya-tanya lagi tentang gimana dulu orang tua mereka ketemu. Sumpah niat banget. Hahaha. Sebenarnya dulu udah pernah diceritain. Jadi waktu dulu kami piknik SMA ke Bali, di bis, kami (kecuali Shinta Hartono) cekakak cekikik gara-gara masing-masing cerita gimana orang tua kami ketemu pertama kali. Lalu, terinspirasi dari obrolan saya dan Aldi tadi malam, tentang hobi Aldi yang suka nanya-nanya kisah-kisah orang gimana dulu mereka ketemu jodoh, termasuk tentang budhe pakdhe-nya yang ketemu di salon waktu lagi potong rambut, akhirnya saya menulis tentang ini.

Ini nih cerita aneh-aneh yang saya dapet…

Pacar Lima Langkah

“Pacarku memang dekat, lima langkah dari rumah… Tak perlu kirim surat, sms juga tak usah…”

Itu salah satu lirik lagu dangdut yang menurut saya kocak. Judulnya pacar lima langkah. Haha. Saya tahu lagu ini karena si Aldi dulu sempat suka iseng nyanyiin lagu itu buat godain saya, sambil bilang, “Coba ya kalau rumah kita tetanggaan, pasti seru dan ngirit kaya lagu pacar lima langkah…” wakakakak.

Nah, kalo ini adalah kisah bapak ibu saya, ceritanya mereka tetanggaan. Soal gimana ceritanya mereka jatuh cinta, saya tidak pernah tanya-tanya dan mereka pun tak pernah cerita-cerita. Intinya sih, jodoh ternyata tetangga sebelah.

Ketika Fotokopi, Aku Jatuh Cinta

Love at the first sight, lalu menikah, mungkin hal yang lumayan lumrah jaman dulu. Tapi kalau love at the first sight-nya pas lagi fotokopi, menurut saya rada nggak banget. Wkwkwk. Ini cerita tentang orang tua sahabat saya, si Gita Gitnduth. Ceritanya, bapak dan ibunya gita jadi CPNS baru, ditempatkan di kantor dinas yang berbeda di Jepara. Pada suatu hari mereka mesti fotokopi berkas kantor atau apalah itu. Nah, waktu fotokopi itu bapaknya Gita ketemu ibunya Gita, intinya love at the first sight. Bapaknya Gita PDKT dengan bayarin fotokopiannya ibunya Gita. Hahaha.

KKN = Kuliah Kerja Nikah

Ini juga udah rada biasa. Secara anak kuliah, banyak banget yang nemu jodoh di tempat KKN. Haha. Ya iyalah, gimana nggak banyak yang nemu jodoh? Secara mereka berinteraksi dengan orang yang 4L alias “Lo lagi, Lo lagi” dari masih belekan waktu bangun tidur sampe mau tidur lagi. Witing tresno jalaran saka kulino, kalau orang Jawa bilang.

Nah, kalau ini, namanya disamarkan. Ceritanya tentang bapak ibunya si Budi. Katanya mereka ketemu waktu KKN kuliah. Awal-awalnya bapaknya Budi (Pak Rudi-nama disamarkan) yang naksir ibunya Budi. Lalu waktu dicomblang-comblangin teman-teman kuliah dan dosennya, ibunya Budi marah dan bilang, “Hah, sama Rudi??? Nggak mungkin…!”

Waktu tahu, bapaknya Budi ngambek, karena merasa harga dirinya sebagai laki-laki dilecehkan. Haha. Lalu beliau nggak pulang ke rumah KKN, tapi ngungsi di mushola. Lah, ntah gimana cerita kok ujung-ujungnya ibunya Budi malah jadi suka sama bapaknya Budi, gara-gara bapaknya Budi ngambek di mushola tadi.

Gara-gara Rajin Menabung di BRI

Kalau tak dapat-dapat jodoh juga, rajin-rajinlah menabung di bank. Siapa tahu, tak hanya nambah tabungan tetapi juga nemu jodoh pegawai bank. Hahaha.

Ini soal bapak ibunya sahabat saya juga, Shinta Zoelit, yang ayahnya kerja di Bank.

Jadi begini…

Ayahnya Shinta kerja di bank, waktu itu masih sebagai teller BRI. Alhasil beliau banyaklah ketemu nasabah-nasabah kalau mau nabung atau ambil uang. Secara jaman dulu banget nggak ada tuh yang namanya ATM. Nah, ibunya Shinta, jadi nasabah di situ, yang menurut pengamatan ayahnya Shinta, konon adalah nasabah yang rajin menabung. Karena itu, lama-lama bapaknya Shinta jatuh hati deh sama ibunya Shinta yg jadi guru SD dan rajin menabung. Terus kan mereka kosannya dulu juga deket, jadi sering main. Tapi waktu itu ibunya Shinta “nggak mau” sama bapaknya Shinta. Jadi tiap kali bapaknya Shinta main ke kosan ibunya Shinta, si ibunya Shinta bilang ke ibu kosnya kalau nggak mau nemuin. Wkwkwk.

Nah, usut punya usut, lalu bapaknya Shinta bikin taktik. Entah gimana beliau bilang sama temen-temennya di bank itu, kalau misal ibunya Shinta nabung dan ambil uang, harus dibikin supaya teller yang melayani gimana caranya mesti bapaknya Shinta. Nggak boleh yang lain. Tak tahu deh gimana terusannya, ibunya Shinta juga suka sama bapaknya Shinta then mereka pacaran dan nikah. Hahaha.

Salon Potong Rambut: Potong saja rambutku tapi jangan hatiku…

Wakakak. Sumpah yang ini menurut saya nggak banget. Masa’ ada ketemu jodoh di salon potong rambut, Hahahaha. Ini soal budhe pakdhe-nya Aldi. Mereka sebelahan waktu lagi potong rambut gitu, terus kenalan, eh jadi deh…  #Ngoook!

(Calon) Istriku Ternyata Kembarannya (Calon) Istri Kembaranku

Kalau yang ini tentang Om Afi dan Om Alam. Adiknya ibu saya yang kembar itu. Nah, jadi begini. Awalnya Am Afi, mau nikah sama Bulik Ina. Waktu itu Alam masih single juga belum nikah, pacar pun tak ada. Tadinya mau nglamar temen seangkatannya tapi emang dasar nggak jodoh, temennya udah udah dilamar sama sahabatnya sendiri. Jadilah om Alam hobi nyetel lagunya MLTR yang judulnya 25 Minutes setiap pagi, gara-gara patah hati.

Oke, kembali ke topik awal.

Nah, Bulik Ina ini juga kembar, nama kembarannya Ika. Waktu Om Afi ke rumah bulik Ina, buat “ngetok pintu”, si bapaknya bulik Ina ini iseng nanya, “Lha itu, kalau Mas Alam masih single, sekalian aja sama Ika (baca: Bulik Ika maksunya), biar kalau saya mantu kan sekalian, jadi irit…hahaha”

Om Alam sama Bulik Ika pun cuma mesam-mesem aja digituin. Terus, beberapa waktu sesudahnya, Om Afi nanya ke Bulik Ina, “kira-kira Ika mau nggak ya kalau sama Alam?” Bulik Ina nanya ke Bulik Ika. Eh, bulik Ika-nya katanya mau. Lha Om Alamnya ditanyain sama Om Afi, mau nggak kalau sama si Ika kembarannya Ina? Dia juga mau. Haha. Ya udah deh, akhirnya mereka nikah aja gitu, barengan nikahannya. Kembar sama kembar. Sekarang dua-duanya udah punya baby, sama-sama perempuan, dan mukanya mirip. Ya iyalah, secara bapak ibunya juga sama. Hohoho.

Nemu Jodoh di Kantor Sebelah

Kalau yang ini cerita orang tuanya Shinta Har. Singkat cerita waktu kerja, bapaknya Shinta kerja di BPN dan ibunya Shinta kerja di Kejaksaan. Kantornya sebelahan. Nah, bapaknya Shinta sering main pingpong di kantor yang ruangannya sebelahan persis di sebelah ruangnya ibunya Shinta. Mulailah mereka saling lirik-melirik di balik jendela kantor dan lapangan pingpong. Wakakakak.

Konon pada jaman itu katanya Bapaknya Shinta gaul abis. Haha. Jadi bapaknya Shinta dulu kulitnya kuning langsat, rambutnya brokoli gitu kayak Ahmad Albar, dan suka pakai celana yang modelnya kayak celananya Elvis Presley. Ditambah lagi Bapaknya Shinta suka pakai tali di kepala yg diiket di dahi gitu jaman-jaman 70-an. Yah, pokoknya kerenlah menurut ibunya Shinta. Secara edisi cowok gaul jaman segitu. Hahaha.

Lalu berhubung ibunya Shinta naksir sama bapaknya Shinta, ibunya Shinta dikenalinlah sama temennya ibunya Shinta yang juga kenal sama bapaknya Shinta. Terus akrab, deket, pacaran 3 tahun lalu nikah. Katanya Shinta, dulu waktu pacaran, kalau bapaknya ngapel dibela-belain nglajo dari Kudus ke Jepara, pakai sepeda motor, itupun pinjem. Haha

———————

Ini ceritaku, mana ceritamu?😀

Under the courtesy of:

Agustine Rose Shinta Hartono, Aldilla F Romadhona, Gita Fajar Wardhani, Zulita Dyah Shinta Ningrum.

*ditulis menurut Abjad :p

 
11 Comments

Posted by on July 16, 2012 in love

 

11 responses to “When God Writes Your Love Story

  1. Gita

    July 16, 2012 at 11:39 am

    hahahahaha…..!!!lucu-lucu.. sekalian aja cerita cinta
    keturunan2 bapak ibu kita

     
    • Nor Rofika Hidayah

      July 16, 2012 at 12:25 pm

      wakakakak, cinta keturunan2 bapak ibu kita, maksudmu apa kwi git? hahaha

       
  2. Gita

    July 16, 2012 at 1:43 pm

    ya cerita cinta kita….hahahaha

     
    • Nor Rofika Hidayah

      July 16, 2012 at 2:45 pm

      wakakakak… cerita cinta yg mana git? kan ada banyak, hahahahah

       
  3. hananikaru

    July 24, 2012 at 3:35 pm

    Cintaku menge-pink di bis kuning.. Eaaa :p

     
  4. alfisyahriyani

    July 31, 2012 at 4:10 am

    haha, sumpah ngakak

     
    • Nor Rofika Hidayah

      August 1, 2012 at 1:29 am

      Teh, ntar gw mau nulis ah kisah2nya ank labil. hahaha

       
      • alfisyahriyani

        August 1, 2012 at 1:57 am

        hastaga -_________-

         
      • Nor Rofika Hidayah

        August 1, 2012 at 8:16 am

        hahahah, lo mau gw tulisin gak teh? :p

         
      • alfisyahriyani

        August 1, 2012 at 8:59 am

        sotoy, emangnya tahu kisah cinta gue? #eeaaa

         
      • Nor Rofika Hidayah

        August 3, 2012 at 5:33 am

        tau lah teh… ama yg itu, itu, dan itu kan??? hahahaha #sotoyngeselin

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: