RSS

A Note from Packing

20 May

Saya akhir-akhir ini sedang ngebet traveling. Maunya sih jalan-jalan domestik juga, ke daerah timur Indonesia (mau banget keliling Sulawesi, ke Papua juga, dll), tapi, apa mau dikata, kenyataannya, seringkali jalan-jalan ke luar negeri lebih murah daripada jalan-jalan domestik.

Kalau dipikir-pikir, yang paling asyik dari ngetrip, justru adalah saat-saat mau berangkat. Ada rasa excitement yang membuncah apalagi saat kita sedang packing. Menggulung-gulung baju, kalau perlu dikaretin juga biar gulungan bajunya nggak berantakan yang bikin menuh-menuhin tas. Nyiapin travel pack yang isinya alat mandi pas buat selama kita pergi. Pergi seminggu ya bawa sabun cair di wadah unyil yang kira-kira cukup buat mandi seminggu. Yah, kurang-kurang sedikit juga nggak apa-apa sih bawanya, berhubung kalau nge-trip nggak mesti mandi 2 kali sehari juga, heheheh. Odol cukup bawa Ciptadent mini yang harganya 900 perak (sumpah ngirit abis!), shampo bawa sachet, kalau nggak ada, ya udah, nge-re-pack shampo di wadah shampo yang didapet dari hotel (ini alasannya botol shampo/shower gel kamar hotel yang saya tempati pasti lenyap, haha). Dan tak lupa, segala macam kosmetik dan sedikit make-up: pelembab muka, lipbalm, make up base, parfum, eyeshadow, eyeliner, dan body butter atau body cream tak boleh ketinggalan biar muka nggak kusut dan badan nggak penguk. Yah, muka tak boleh kusut meskipun dompet udah kusut.

Sebelum berangkat, huah, rasanya nggak sabar naik damri ke bandara, check in, nunggu di boarding gate, masuk pesawat, dan YESS!!! Take-off lah kita…nyam-nyam-nyam…Selanjutnya, melongok ke jendela pesawat, sambil menikmati sensasi take-off nya pesawat di kelas ekonomi (promo pula, heheheh).

Excitement itu tak habis-habis ketika packing, sampai kita take-off di bandara. Yap, packing. Tentang packing, saya setuju dengan pendapat seorang penulis buku tentang packing. Packing, sepertinya simpel, tapi terkadang gampang-gampang susah. Packing, semacam seperti miniatur kehidupan. Karena dalam packing, kita harus mempunyai strategi agar dalam perjalanan kita tidak kehabisan bekal. Dalam packing, pada dasarnya, kita harus pintar-pintar memilih, mana yang harus dibawa dan mana yang tidak perlu dibawa dalam bekal perjalanan kita. Hidup, setidaknya bagi saya, juga seperti itu. Kita harus pandai-pandai memilih bekal perjalanan, agar tak kekurangan bekal dan tidak juga kelebihan yang justru nantinya hanya membawa kerepotan. Dan dalam perjalanan itu, kita tidak hanya harus memilih mana yang penting dan tidak penting, mana yang akan menemani kita dan mana yang sebaiknya ditinggalkan. Dalam packing, kita juga sebaiknya menyisakan ruang di tas kita. Layaknya kita menyisakan ruang untuk membawa oleh-oleh, kita juga sebaiknya menyisakan ruang dalam hati dan pikiran kita, sekadar untuk membawa sepenggal pengalaman, memori, kisah yang berharga untuk dibagi kepada orang-orang di sekeliling kita.

————-

Life is simply a journey🙂

 
Leave a comment

Posted by on May 20, 2012 in trip/traveling

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: