RSS

“Kemproh”nya Beijing

01 Dec

Di balik sistem transportasinya yang canggih, Beijing menyimpan sejuta cerita bagi saya. Ada saja yang aneh, mulai dari orang-orang China (yang betapa joroknya), belanja dengan tawaran harga 20 kali lipat dari harga aslinya, sampai dimaki-maki pedagang.

Kalau di postingan sebelumnya saya bercerita tentang indahnya autumn di Beijing, di sini saya mencoba ingin menceritakan kesan lain trip saya: sisi joroknya Beijing. Yang pernah baca buku Naked Traveler 3-nya Trinity di part “Joroknya China” mungkin tak akan kaget dengan isi postingan saya ini. Tapi yang belum, enjoy your reading… *evil_smirk

Mendadak Songong

Nah, mungkin agak tak adil kalau lantas saya menyebut orang China itu songong, lantaran saya baru mengunjungi Beijing, padahal China itu gede banget, dan juga saya ke sana cuma 9 hari. But seriously, kalau dikira-kira, dari 10 orang saya berinteraksi, 7 orang China yang saya temui itu nggak ramah, songong, dan sesekali rese’. Kurang welcome lah intinya dalam memperlakukan turis. Apalagi pedagang-pedagangnya…Beuh…!!

Sejak di Beijing, saya sendiri mendadak songong kalau jalan: mendongak ke atas. Bukan karena ketularan songong lantaran di China. Tapi, tentu semua itu ada alasan lain. Begini ceritanya….

Ketika hari pertama jalan-jalan di Beijing, waktu jalan di trotoar saya masih jalan dengan style saya: menunduk dan nguncruk (baca: jalan cepat). Tapi apa yang terjadi? Di sepanjang trotoar saya melihat ludah bertebaran, sambil sesekali ada juga eek anjing di sana-sini. Gaya meludah orang China pun semuanya sama, satu melodi: aaaarrrgggghhh….. cuih!!! Entahlah, sepertinya nggak puas meludahnya kalau nggak kaya’ begitu. Sumpah jijik banget, tapi kalau cerita saya selalu pengen ketawa, wkwkwkwk

Sejak saat itu, saya pun selalu jalan sambil mendongak ke atas (ngliatin pohon-pohon), sesekali liat jalan, untuk jaga-jaga bahwa “track” yang akan saya lewati aman dari ludah basah, dan juga pup anjing, huehehe.

Watch out: Pup Anjing!

Nah, cerita ludah itu belum seberapa jijiknya. Saya masih punya cerita jijik yang lainnya, tentang pup alias e’ek alias tembelek anjing.

Pernah suatu pagi, saya jalan di trotoar seperti biasa. Saya melihat ibu-ibu bawa anjing, lalu anjingnya pup di trotoar. Dan ibu-ibu itupun mengambil pup anjingnya itu dengan tisu lalu membuangnya ke sampah. Huehheheheh. Ada ya orang kaya’ begitu? Saking sayangnya sama anjingnya, sampai mau pegang pup-nya anjing buat dibuang ke sampah. But that’s actually the right thing yang harusnya dilakukan kalau jalan-jalan bawa anjing dan anjingnya pup: biar nggak bikin kotor jalanan. Cuma ya, tetep saja, gak habis pikir.

Ada lagi yang lebih insane daripada ngambil pup anjing dengan tisu.

Pada suatu pagi juga, saya jalan di trotoar, saya melihat kakek-kakek bawa anjing putih lucu. Eh, anjingnya pup di trotoar. Tau apa yang dilakukan di kakek setelah anjingnya pup? Si kakek itu nge-lap pantat si anjing itu dengan tisuuuuu!!!

OMG, Gokil! Udah kaya’ bayi aja si anjing abis pup dibersihin pake tisu. Saya tak cuma geleng-geleng, tapi langsung melotot heran lalu mual-mual. Belum lagi pemandangan trotoar setelah itu adalah again and again: ludah-ludah bertebaran. Huah, saya sampai berkaca-kaca karena menahan diri untuk nggak muntah-muntah.

BBB = Bau Babi Banget

Well, next. Hari-hari saya di Beijing adalah hari-hari menyenangkan, tetapi bau babi. Mau tahu kenapa? Salah satu makanan utama di sana adalah daging babi, which is selain favorit, daging babi juga daging yang paling murah. Di sana, orang makan daging babi sama halnya dengan orang di Jakarta makan daging ayam. Karena saking seringnya orang makan babi, maka bau nafas, bau badan, bau keringat pun semuanya bau daging babi. Jadi ketika di bis penuh sesak, bau yang tercium adalah bau babi. Lalu jalan di trotoar, kalau ada asap-asap makanan, itu juga bau babi. Pokoknya serba babi. Yah, pantas saja karena makanan utama mareka adalah daging babi.

Untunglah saya ke sana waktu musim gugur, which is suhunya dingin dan orang-orang cenderung nggak keringatan. Itu saja tetap kalau di bis dan kereta penuh sesak, orang-orang bau babi. Nggak bisa bayangin aja kalau ke sana pas summer: apa kabar dunia??? Bau babinya pasti nggak nahaaaannn…

Pernah sekali ketika berangkat ke conference di CNCC, saya sampai muntah-muntah di trotoar karena bau daging babi. Sejak itu, saya kapok. Setiap bau daging babi yang dimasak, saya pasti langsung tutup hidung dan lari terbirit-birit, daripada muntah. Teman saya sampai ngakak-ngakak melihat saya lari-lari sambil tutup hidung gara-gara bau babi.

Forbidden Area: Public Toilet

Nah, ini dia adalah area yang wajib untuk dihindari, kecuali mau merusak acara jalan-jalan di Beijing. Toilet umum di Beijing terkenal joroknya. Tingkat kejorokannya pun macam-macam, mulai dari jorok normal (cukup jarang ditemuin), sampai jorok nggak ketulungan. Tapi dari reference orang-orang, baik dari buku, internet, maupun cerita teman, hal ini sangat tidak acceptable buat saya. Karena udah baunya yang pesing naudzubillah, terus kelakuan orang di toilet tuh macem-macem: jongkok sambil sms lah, pup sambil ngobrol lah, ada pup yang tak diguyur, dll.

Toiletnya sendiri tidak semuanya berpintu. Teman saya, Metia, pernah cerita, bahwa ketika dia masuk toilet, sekat toiletnya cuma sampai pinggang. Tapi ya berhubung karena saking kebeletnya, apa mau dikata, tetep lah dia pipis di toilet itu. Dia sendiri mencari toilet duduk, sedangkan kebanyakan toiletnya itu jongkok. Akhirnya dia mendapat toilet duduk di pojokan, itupun seperti yang saya bilang tadi: sekatnya cuma sepinggang. Alhasil, karena dia duduk dan toilet yang lain itu jongkok, dari toiletnya dia bisa melihat “pemandangan” sekitar. Ada yang jongkok sambil asik sms-an, ada juga yang duduk dengan suara “brruuuuttt”. Nah, tau sendiri apa maksudnya “brut” panjang itu. Hehehehe.

Menurut cerita Trinity, malah ada juga juga toilet yang sama sekali tak bersekat. Jadi isinya cuma kloset-kloset jongkok berjajar. Yah, setidaknya masih dipisah antara cowok-cewek. Kalau nggak, apa kabar dunia?

Saya sendiri selama jalan-jalan tak pernah sekalipun masuk ke toilet umum. Mending kehausan daripada saya harus minum lalu kebelet pipis dan masuk ke toilet umum bikin semaput itu.

Sekalinya saya masuk toilet umum, itu adalah toilet di CNCC (semacam JCC-nya Beijing). Itupun, sekali saya pernah menemui toilet yang belum diguyur…Hehhhh!!! Ampun dah!

FYI, tak ada gambar untuk mendukung cerita kali ini. Jadi cukup reading saja dan membayangkan (itu pun kalau mau), tak perlu lihat gambar, karena saya tak mau punya foto jelek-jelek di kamera saya, jadi tak ada yang saya foto…

:p

 
4 Comments

Posted by on December 1, 2011 in Beijing, China, trip/traveling

 

4 responses to ““Kemproh”nya Beijing

  1. bengkelbudaya

    December 2, 2011 at 10:32 am

    astaghfirullah, gak nyangka gue. Emang China kebanyakan penduduknya kali ye. Di Indonesia lebih bersih ka??? Tadi gue baca autumn indah banget, ini gue jadi ilfil hahaha

     
  2. Nor Rofika Hidayah

    December 2, 2011 at 11:10 am

    yooo’iiii, lebih bersih kalo kata gw. yah, pokoknya, jangan sampe deh ke sana pas summer, n winter juga. Pas summer gw yakin bau orang-orangnya pasti gak nahan banget, sedangkan pas winter dinginnya ampun-ampunan. Sekarang aja di sana udah minus 3, cuma blm turun salju. Denger-denger bisa ampe minus 20 tuh…

     
  3. Paidjosemarang

    August 21, 2012 at 7:52 am

    Emang kok kalo cina tu jorok.. Saya juga pnah punya tmen cina..orang smarang .ya cina asli kdua ortu cina smua tp dah lama tinggal di smg. Waktu sya ke kmar mandi kos dia(kbtulan dia sempat kos,gak tau npa pdhal jg dismg)sempak dia jatuh di lubang pembuangan kmar mandi,lalu sya ngomong ma dia,cd cpa tu,dia bilang cd-nya lalu dia ambil trus dicampur di tempat kumpulan pakean dia yg lum dicuci.. Pdhal tau sendiri kan tu lubang kan ada bekas air kencing dsb.. Lha mbok di cuci dulu gk usah di campur geto..jorok

     
  4. Volturi Voltron

    October 16, 2014 at 12:45 am

    Kenapa ya berita jorok nya toilet di china yg saya denger di toilet cewe kebanyakan, saya sendiri pernah ke china, saya gak nemu tuh joroknya di toilet cowo, temen sya bilang mungkin kamu ke kota besar nya doang kali jadi gak ketemu toilet jorok, aku travelling sampe ke pelosokan bahkan sampe numpang toilet umum di kota kecil, numpang toilet rumah penduduk, gak nemu tuh toilet jorok cowo, mungkin toilet cewe nya doang kali yg jorok

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: