RSS

Katajiwa dalam Langit Sastra

12 Oct

Cover Katajiwa Edisi 2

Memoriku pun berputar pada kita yang dulu. Rasanya aneh, entah kenapa, kau menyebutnya manusia hujan. Serasa semua begitu kebetulan. Aku tidak tahu kapan aku mulai jatuh cinta padamu. Tapi, aku pikir, mungkin sejak kau mengatakan, “Lebih baik aku menuntun sepedaku, dan berjalan berdua bersamamu,” selepas hujan waktu itu.

-Katajiwa dalam Langit Sastra, 9 Oktober 2011-

Itu adalah yang saya tulis, menanggapi cerpen yang dibacakan Akhyar, salah seorang anggota Langit sastra. Ya, waktu itu, mendadak dangdut kami disuruh melanjutkan cerpen yang ia bacakan. Cerpen tentang Lelaki Hujan. Cerpen itu bagus dan menarik, menurut saya dan Alfi.

Setiap kami punya jatah 2 menit untuk menulis. Apa saja, untuk melanjutkan cerpen itu, termasuk saya. Setelah merasa terjebak, dijebak, atau mungkin menjebakkan diri dalam komunitas bernama Langit Sastra ini, justru setelah melanjutkan cerpen itu, saya merasa kekakuan dan keterasingan saya mencair. Breaking Ice, mungkin begitu istilahnya.

Ini tentang sekumpulan orang-orang yang menurut saya rada aneh, pada awalnya. Tapi, kemudian, saya berpikir: orang-orang ini menarik!

Menarik setelah beberapa orang, membaca puisi di ruang tamu itu. Menarik setelah tahu, bahwa komunitas ini mencetak apa yang mereka tulis, menjadi sebuah majalah yang mereka namai “Katajiwa”, dengan cover yang tampak sendu karena berwarna abu-abu. Menarik setelah Alfi bercerita, buku Cinta di Ujung Jari yang dipegang Akhyar itu adalah tulisan Akhyar sendiri, dicetak dia sendiri, dan hanya untuk dia sendiri. Lalu saya dan Alfi cekikikan dan sambil melirik satu sama lain dan seolah sepakat: orang ini memang aneh!

—-

Thanks to Alfi, yang telah membawa saya berteduh di bawah Langit Sastra.πŸ™‚

 
5 Comments

Posted by on October 12, 2011 in Uncategorized

 

5 responses to “Katajiwa dalam Langit Sastra

  1. upik

    October 12, 2011 at 5:15 pm

    jalan-jalan, menyimak. salam kenal bu. link tulisan ini saya dapat dari saudari alfi yg melempar link-nya di grup langit sastra.πŸ™‚

     
    • Nor Rofika Hidayah

      December 1, 2011 at 3:50 pm

      Thanks for reading.πŸ™‚ “Publishing is good, but being read is better.” (Bruno Locatelli, CIFOR Scientist)

       
  2. muhammadakhyar

    October 13, 2011 at 5:30 am

    hahaha, “buku Cinta di Ujung Jari yang dipegang Akhyar itu adalah tulisan Akhyar sendiri, dicetak dia sendiri, dan hanya untuk dia sendiri” tidak benar benar seperti itu kok.
    pertama buku itu adalah kolaborasi, karena selain tulisan saya ada juga foto foto hasil jepretan Pravitasari (Psikologi 09), lay out dan desain cover Vita Wahyu Hidayat (Psikologi 06) dan editing struktur kalimat oleh Aprivianti (Sastra Indonesia 06). Buku itu juga sudah dikirim ke beberapa penerbit, tetapi belum ada kabar berita, doain yaπŸ™‚ . Tujuan buku itu dicetak sebenarnya untuk hadiah pernikahan dua sahabat saya Indra Ramadhona (Hukum 05) dan Siti Rahma Utami (Elektro 06). Semoga cukup mengklarifikasi, ditunggu lagi loh kehadirannya…

     
    • Nor Rofika Hidayah

      December 1, 2011 at 3:48 pm

      wkwkwkwk, salah ngomong yah? ampun bang… yuk lah kapan kumpul langit sastra lagi? tapi ya tulisan-tulisan gw begini adanya… :p

       
  3. bengkelbudaya

    October 13, 2011 at 5:34 am

    hahaha, kayaknya gue gak ngomong segitunya deh kaπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€ semoga menyenangkan yah membersamai gue selalu, wkwkwkwkw

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: