RSS

A (Delayed) Journey to Macau, China & Hong Kong

20 Sep

Saya lebih nyaman menyebutnya a delayed journey, daripada a canceled journey. Karena saya yakin, saya akan ke Macau, Hong Kong, dan keliling China suatu saat nanti.

Ya, jika sesuai dengan rencana trip backpack saya, sekarang saya mungkin sedang menikmati pemandangan malam Venetian Macau, lalu ke Senado Square, dan pulang ke SanVa Hostel.

Tetapi, apa yang kita rencanakan tidak selalu berjalan sesuai dengan kemauan kita bukan?

Saya tidak menyalahkan siapa-siapa. Benar-benar tidak ada yang saya salahkan. Bukan Fik, yang tiba-tiba tengah malam mengirimi saya SMS panjang lebar bahwa dia tidak bisa berangkat. Bukan Aldi, yang di atas meja makan menceramahi saya panjang lebar supaya saya tidak berangkat saja. I know how much you care about me, Al. Bukan pula Ibu saya, yang menelpon saya, “Ya udah biarin tiketnya hilang juga nggak apa-apa…”. It’s not about the money I spent to buy the ticket (and visa), Mom. But still, I can understand your feeling as a mother.

Sekali lagi, it’s not about the money I’ve spent for this trip untuk membeli tiket dan visa dan tetek bengek lainnya yang sudah saya beli.

Trip ini sudah saya rencanakan sejak berbulan-bulan lalu. Sejak April. Sejak proposal skripsi saya bahkan belum saya bikin covernya. Sejak saya bahkan tidak tahu akan ngecap tentang apa di skripsi saya.

Saya membeli tiket return pun karena waktunya tepat sekali: 3 hari setelah wisuda. What a perfect promo! Sejak itu, saya menempel tulisan besar di kamar: MACAU 2011. Karena rencana saya, trip ini adalah hadiah untuk diri saya sendiri. Saya berjanji bahwa saya hanya akan berangkat backpack ke Macau kalau saya bisa lulus 4 tahun dan wisuda bulan September 2011. Jika tidak, meskipun saya punya uang, maka trip itu pun akan saya batalkan sebagai punishment untuk diri sendiri.

Dan tiba-tiba, trip saya batal total di malam saya hanya tinggal packing. Saya tidak berangkat di saat semua barang yang saya perlukan sudah ada di kamar saya. Saya hanya tinggal packing, lalu tidur sebentar, menunggu subuh, dan berangkat ke airport setelah subuh. Kemudian teriak dalam hati, “Macau, Im comiiiiiing….!!!”

Rasanya malam itu, saya merasa sangat tidak apa-apa. I was feeling so fine. Tak ada beban meskipun saya memutuskan untuk tidak jadi berangkat.

Saya memang sempat menangis, ketika Fik bilang, “Cin, lo harus tetep berangkat…Mana sini biar gw yang packing…. Ini tiket lo udah gw print, ini sunglasses kalo lo butuh, dan bla bla bla…” Sambil memasukkan barang-barang saya ke dalam tas.

Lalu SMSnya ketika saya masih otw ke kosan, “Cin, nggak cin, lo harus berangkat! Tiddaaakkk!!! Lo harus berangkat cin. Kalo lo nggak berangkat gw akan merasa bersalah seumur hidup sama lo…”

Ya ampuuun…. saya mesti gimana….??? Saya menangis karena udah nggak ngerti lagi demi apapun. Dan Fik tetap menata barang-barang saya di tas. “Udah lo pokoknya harus tetep berangkat. Lo pasti bisa sendiri. Kita tuh hidup di dunia aslinya emang sendiri tau, Cin…”

Dan saya tetep nangis sesenggukan, “Cin, udah deh, lo ngapain? Gw gak berangkat.”

“Jangan gitu dong, Cin… Cin, jangan nangis dong… Haduh, gimana ini???”

“Lo yang jangan gitu. Udah berenti. Kalo lo kaya gitu gw bakal tambah nangis.” Akhirnya dia berhenti memasukkan barang-barang saya ke dalam koper. Dan saya juga berhenti menangis. Haha. Kami yang aneh.

—–

I was feeling so fine, setelah itu. Tetapi paginya, ketika saya bangun tidur pukul 4 pagi, saya merasa aneh. Saya kira saya bangun kesiangan, belum selesai packing, dan harus segera ke airport. Tapi beberapa detik kemudian, saya sadar: saya tidak ke Macau hari ini, tidak naik kereta ke Shenzhen tanggal 21 September, tidak ke Guilin paginya, serta tidak ke Hong Kong dan menginap di rumah Wendy. Passport saya masih di lantai, dengan Chinese Visa yang sudah menempel rapi. Souvenir yang saya beli untuk Wendy masih di tempatnya. Tulisan MACAU 2011 itu juga tetap menempel di dinding, dan barang-barang saya masih berserakan di lantai.

So, have you got the idea? Do you understand why does it hurt me so much? If not, read it again and again and again then.

 
4 Comments

Posted by on September 20, 2011 in Uncategorized

 

4 responses to “A (Delayed) Journey to Macau, China & Hong Kong

  1. bengkelbudaya

    October 25, 2011 at 3:29 am

    Ka, gue membacanya ikut sedih juga😥 tapi gpp yah ka, pasti ada rencana Allah yang lebih baik. Lu syukuri yang lu dapet sekarang apa. Siapa tahu pas lu ntar ada kesempatan lagi, lu dapet teman yang lebih Ok, yaitu gue, wkwkwkwk. Tetap semangat ka😀

     
    • Nor Rofika Hidayah

      December 1, 2011 at 3:46 pm

      Thanks, Fi. Yooo’iii, syukuri apa yang ada (mendadak karoke, wkwkwk). Siapa tau ntar gw ke Macau, Hong Kong, Shenzhen, dan Guilin malah sama suami gw (sekarang mendadak galau, hwehehehe). Gw sangat bersyukur kok, trip gw diganti Allah sama tempat yg gak kalah amazing: Greatwall dan Forbidden City, gratisan pula, lagi autumn pula. ALLAH so sweeeeeettt bangeeeettt….hehehe🙂

       
  2. jiut

    October 27, 2011 at 1:13 am

    huhu….😦

    kadang dalam hidup ini, tidak semua harapan keinginan impian atau cita2 selalu terwujud ka, pasti selalu ada hikmah dibaliknya (jika kita bisa membacanya), tidak semua anak manusia bisa memahaminya, karena banyak pula yang kecewa, bersedih dan menyesalinya terus ketika apa2 yg kita impikan tak terwujud, meski impian itu sudah didepan mata.. namun ada pula cerita2 yg dikemudian hari bersyukur, krna dia bisa melihat hkmah yg lebih besar dari sekedar harapannya yg dulu.
    mngkin bgi ika impian itu “it’s not about the money I spent to buy the ticket (and visa)…” tp ada alasan lebih lg dr itu semua, tp isi nasehat ibu kadang lebih dari bahasa yang ibu ungkapkan, yg ika mgkin bru bs menyadarinya dikemudian hari… yakinilah ungkapan “Ya udah biarin tiketnya hilang juga nggak apa-apa…” bkn sekedar itu isinya, tp ada rasa khawatir dan cinta yang mendalam terhadap terhadap putrinya ini..
    bisa sja suatu saat nnti bs diberi peluang kembali, who knows?, dan yup betul sekali just A Delayed journey….

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: