RSS

Mari Berburu Tiket Murah

06 Aug

Pernah berpikir pergi ke Macau dari Jakarta dengan tiket seharga 600an ribu rupiah PP? Kedengarannya terlalu mengkhayal. Karena harga normal tiket Jakarta-Macau PP sebenarnya bisa 3 hingga 4 jutaan, itu pun ekonomi. Tapi saya tidak sedang berbohong, apalagi ngelindur meskipun baru bangun dari tidur siang.

Beberapa bulan lalu, saya baru saja membeli tiket maskapai LCC (Low Cost Carrier) Jetstar tujuan Jakarta-Macau, return alias pulang pergi, dengan harga yang menurut saya sangat gila: Rp 600an ribu! Itu dengan breakdown: 350an ribu untuk tiket berangkat, dan 250an ribu untuk tiket pulang). Tiket ini untuk keberangkatan bulan September 2011.

Bagaimana bisa murah?

Manfaatkan Tiket Promo

Tentu saja saya mendapat harga murah “mampus” (istilah teman-teman saya, saking murahnya) karena Jetstar kala itu dengan menggeber promo gila-gilaan. Seperti yang sudah saya sebutkan, tiket Jakarta-Macau PP itu normalnya bisa mencapa 3-4 juta untuk kelas ekonomi. Dengan begitu, berarti harga tiket saya hanya sekitar 1/7 – 1/5 dari harga tiket normal. Untuk loncat ke Singapore saja tiket 600 ribu PP itu sudah termasuk murah, apalagi ngacir hingga ke Macau? Haha, what a life!

Promo gila-gilaan ini biasanya dipublikasikan via milis maskapai yang bersangkutan, dan tentu saja di official website-nya langsung. Nah, untuk mendaftar jadi anggota milisnya, biasanya cukup register/subscribe saja. Tetapi biasanya ada beberapa maskapai yang hanya mengkhususnya pelanggannya saja alias yang sudah pernah beli tiket, yang bisa terdaftar di milis tersebut. Dengan bergabung di milis tersebut, kita akan selalu mendapat email pemberitahuan kalau sedang diadakan promo.

Promo ini pun biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari. Itu pun, harga yag ditawarkan bisa sangat ababil: berubah-ubah naik turun (tapi lebih sering naik) bisa dalam hitungan jam atau bahkan menit saja. Maka, kalau memang niat “ngacir” dan ada uang untuk beli tiket, beli saja mumpung harga belum naik, hehehe. Kalau kata teman saya, lebih baik menyesal karena beli tiket daripada menyesal karena tidak beli tiket. *evil_laugh

Pastikan Feasibility Tanggal Trip

Nah, untuk tiket promo, jangan asal tergiur dengan harganya. Meskipun murah, tetap saja harus dipertimbangkan, terutama mengenai waktu keberangkatan. Tiket promo biasanya kita beli untuk keberangkatan setidaknya 3 bulan bahkan 6 bulan ke depan (bisa jadi lebih). Sehingga cukup sulit memprediksi waktu di mana kita bisa memastikan dapat berangkat di tanggal yang kita pilih dengan rentang waktu itu.

Akan tetapi, terkadang tiket promo juga digeber ketika sudah mepet dengan tanggal keberangkatan, misalnya 2-3 minggu sebelum tanggal yang ditentukan. Seperti ketika saya ke Bangkok, saya memperoleh tiket promo meskipun saya membeli tiket sekitar 7-10 hari sebelum tanggal keberangkatan.🙂

Bandingkan dengan Maskapai Lain

Banyak orang yang hanya terpaku pada Air Asia ketika berpikir tentang tiket pesawat murah. Padahal masih ada yang lain, misalnya Jetstar dan Tiger Airways. Terkadang Batavia dan Lion Air juga bisa jadi pertimbangan.

Ketika saya ke Bangkok bulan Januari 2011 lalu, saya juga mendapat tiket murah, paling murah di antara tiket teman2 saya yg lain. Harga normal Jakarta-Bangkok PP sekitar 3 juta untuk kelas ekonomi, sedangkan waktu itu tiket saya hanya 1,6jutaan PP dengan Jetstar. Teman-teman saya yang lain membeli tiket dengan harga sekitar 1,7-1,8juta PP dengan Air Asia.

Cabin Baggage vs Check In Baggage

Inilah salah satu mengapa LCC bisa murah. Berbeda dengan maskapai full service (misalnya Garuda, Cathay, Singapore Airlines, dll), kita bisa memilih apakah ingin pergi dengan menggunakan bagasi  (check in baggage) atau tidak. Kalau ingin murah, lebih baik pergi tanpa menggunakan bagasi. Membeli tiket tanpa bagasi bisa menekan biaya tiket sekitar 200-300 ribu rupiah.

Saya lebih memilih menggunakan Jetstar karena selain harganya lebih miring, limit cabin baggage-nya 1,5 kali lebih besar dari LCC lain: 10 kg. Pemeriksaan berat tas yang kita bawa juga tidak ketat. Asalkan tas kita muat di cabin dan 2 pieces, aman lah… 3 pieces juga terkadang tidak apa-apa. Saya sendiri pernah membawa koper ukuran medium di dalam cabin yang ukurannya cukup besar, ditambah 1 buah handbag wanita yang kalau ditimbang beratnya mungkin bisa 4 kg sendiri, hehehe. Jadi saya merasa “aman” meskipun membeli tiket tanpa bagasi.🙂

Di LCC lain, misalnya Tiger Airways dan Air Asia, limit cabin baggage-nya hanya 7 kg, dan pemeriksaannya ketat. Jadi kalau lewat dari limit, siap-siap lah mengeluarkan kocek tambahan karena barang bawaan melebihi batas cabin. Teman saya pernah bercerita bahwa dia harus mengeluarkan 25USD karena “denda” ini. Saran saya sih, kalau memang mau pakai LCC dan kira-kira barangnya melebihi batas cabin baggage dan pemeriksaannya ketat, lebih baik sekalian beli tiket dengan bagasi, karena jika kena denda bayarnya akan lebih mahal jika dibandingkan dengan membeli tiket dengan bagasi di awal.

Ngeteng

Tau istilah “ngeteng” kan? Nah, tidak hanya naik bus yang bisa ngeteng alias sambung menyambung kendaraan. Naik pesawat juga bisa ngeteng. Intinya, demi tiket murah, anything can be done, termasuk ngeteng, haha.

Ngeteng ini berbeda lho dengan transit. Kalau transit mah memang sudah official jalur pesawat yang kita ambil. Tapi kalau ngeteng, kita transit dengan kemauan sendiri: demi murah. hehehe

Saya pernah ke Islamabad (Pakistan) dengan ngeteng pesawat: Jakarta ke Bali dengan Citilink, lalu dari Bali ke Islamabad dengan Thai Airways (bonus transit di Bangkok sehari). Waktu itu saya memilih ngeteng pesawat karena sudah kehabisan tiket pesawat ke Islamabad. Selain itu, kalau pun ada, harga tiket sudah menjulang sekitar 9 jutaan, itupun kelas ekonomi. Padahal beberapa minggu minggu sebelum membeli tiket harganya berkisar 7jutaan.

Ketika itu, saya putar otak, mengecek harga maskapai sana sini, termasuk ngeteng sana sini: dari Jakarta ke Kuala Lumpur, dari KL naik maskapai lain ke Islamabad. Atau dari Jakarta ke Singapore dulu, baru dari Singapore menggunakan pesawat tujuan Islamabad, termasuk mencari jalur dari Bangkok. Akhirnya, saya menemukan yang termurah: dari Bali! Ditambah bonus transit di Bangkok seharian dan artinya saya bisa jalan-jalan dulu cuci mata di Bangkok. hehehe

Dengan jalur ngeteng ini, saya harga total tiket saya ke dari Jakarta ke Islambad (via Bali dan Bangkok) adalah 7,8juta. Teman saya, Fik, pada akhirnya mendapat direct flight dari Jakarta dengan harga 8,5juta. Lumayan kan😀

Cerita ngeteng ini juga pernah akan saya pakai ketika akan ke Bangkok di bulan Januari itu. Ketika itu, promo Air Asia yang tadinya hanya 1,8 jutaan itu sudah naik menjadi 2-2,2 juta. Nah, selisih harga ini bagi kami–mahasiswa–sangat menyesakkan dada. Dalam hati teriak-teriak: sial, tau begitu beli dari kemaren!

Nah, jangan bersial-sial dulu, karena belum tentu kita benar-benar sial. Saat itu, Air Asia juga menggelar promo dari daerah keberangkatan lain ke Bangkok: dari Medan dengan harga amat miring hanya 400an ribu. Dari pada berangkat dari Jakarta dengan harga tiket 2 juta, saya mencoba mengecek jalur ngeteng: Jakarta – Medan – Bangkok PP. Dari Jakarta ke Medan naik Citilink, dan dari Medan ke Bangkok dengan AirAsia. Total tiket Jakarta-Medan-Bangkok 1,7jutaan.

Oke, begitulah pengalaman saya berburu tiket murah. Semoga bermanfaat untuk yang sedang atau akan memburu tiket murah. Maklum mahasiswa carinya yang ngirit-ngirit, yang penting kan hepi. :p

——————————-

Traveling is university without walls.” (Anita Roddick, pendiri The Body Shop)

 
2 Comments

Posted by on August 6, 2011 in Uncategorized

 

2 responses to “Mari Berburu Tiket Murah

  1. edwin

    August 17, 2011 at 7:08 am

    jetstaaaar, yes🙂 aduh sayang dah ga bisa ikutan ke macau karena ada tugas negara.

     
    • Nor Rofika Hidayah

      September 1, 2011 at 12:37 am

      Mate, lo gak boleh berangkat sebelum oleh2 Rusia lo ada di tangan gw, dan lo juga gak boleh pulang dari tugas negara tanpa bawa oleh2 buat gw! Satu lagi, lo harus dateng ke wisuda gw sebelum lo berangkat! hehehehe :p
      *gw bawa a small stuff dari S’pore bt lo kmrn, sori blm gw kasi.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: