RSS

Kenangan di Negeri Gajah: Thailand

08 May

Seorang teman (Alfi) menuliskan beberapa hal yang dia kenang selama di Thailand. Ada banyak, 30 lebih. Maklum, dia menghabiskan waktu 40 hari di Thailand. Jadi dia punya banyak kenangan di sana, bahkan sempat menikmati Songkran dan belanja murah di Chatuchak berkali-kali (Chatuchak adalah semacam pasar murah yang hanya ada ketika weekend).

Berbeda dengan Alfi yang menghabiskan waktu 40 hari di Thailand (kayak pergi haji aja), saya ketika pertama kali menginjakkan kaki ke Thailand (Bangkok) hanya punya waktu 18 jam. Njomplang sekali bukan? Tapi tak apalah. Pada kunjungan saya yang kedua di Bangkok (hanya berselang kurang dari 2 bulan), saya menghabiskan waktu 4 hari 3 malam. Hah, itu pun saya hanya bisa jalan-jalan ketika malam hingga dini hari, menikmati suasana malam kota Bangkok.

Meskipun tidak lama menginjakkan kaki di Bangkok, bagi saya Bangkok tetap berkesan. Tetap saja, saya ingin ke sana lagi, someday, with someone(s).😀

Bangkok yang saya kenal, sebenarnya tidak jauh beda dengan Jakarta. Hanya saja Jakarta lebih ramai, lebih amburadul, dan tentu saja lebih macet. Ya, Bangkok memang sedikit lebih baik daripada Jakarta. Mungkin karena Bangkok memiliki kereta MRT (Mass Rapid Transportation) yang nyaman dan bisa diandalkan jadwalnya, Jakarta jadi terlihat (dan memang) lebih carut marut daripada Bangkok (Ups, ”Marut” itu nama salah seorang teman Thai saya, hihihi).

Di Bangkok, minimarket 7/11 (seven eleven) bertebaran di mana-mana. Kalau di sini, mirip lah seperti Indomart yang menjamur di mana-mana. We cant live without 7/11 di Bangkok, karena toko mungil ini memang sangat memudahkan.

Yang saya ingat dari Bangkok, negeri ini memang negeri pagoda. Di mana-mana ada kuil Budha. Tentu saja bagi saya yang paling menarik adalah Royal Grand Palace dan Wat Arun. Saya tidak sempat mengelilingi Grand Palace sampai habis, karena luas sekali, kalau tidak salah 20.000 meter persegi). Berbeda dengan Grand Royal Palace, Wat Arun adalah kuil keemasan yang berada di tepi sungai Chao Phraya. Yang menarik, bagi saya perjalanan ke Wat Arun di atas Chao Phraya itu romantis.🙂 Wat Arun yang keemasan terlihat sangat berkilauan di malam hari. Cantik sekali. Begitu juga dengan Royal Grand Palace. Sayang sekali dua objek wisata ini tutup di malam hari.

Hal lain lagi dari Bangkok adalah, souvenir-souvenirnya, semua berupa gajah-gajah. Gantungan kunci gajah, kaos gambar gajah, sutra thailand motif gajah, hiasan dinding patung gajah, dan segala yang lain tentang gajah. Maklum, namanya juga negeri gajah.

Mengenai makanan, harga makanan di Bangkok sama dengan harga makanan di Depok. Ini yang saya suka, karena makan jadi nggak mahal. Hanya saja, mencari makanan halal tidak terlalu mudah, tetapi juga tidak sulit karena di Thailand jumlah penduduk muslimnya cukup banyak jika dibandingkan dengan negara tetangganya seperti Cambodia atau Viet Nam. Style masakan Thiland juga tidak jauh berbeda dengan masakan Indonesia, cenderung spicy. Yah, pokoknya saya doyan lah. Oiya, waktu makan fastfood di KFC Thailand, salad tunanya yummy sekali. Sayangnya menu itu nggak ada di KFC di Indonesia.

Untuk urusan transportasi, Bangkok juga relatif sama dengan Jakarta. Tarif taksi malah lebih murah daripada taksi di Jakarta. Bahkan kalau dihitung-hitung, kemana-mana lebih murah naik taksi daripada naik MRT atau tuk-tuk, jika perginya ber-4 atau ber-5. Kalau tuk-tuk (semacam kendaraan umum khas Thailand, mirip bajaj), sangat tidak direkomendasikan. Kenapa? Karena tukang tuk-tuknya suka reseh, entah kita dikenain tarif yang lebih mahal daripada seharusnya, atau diturunin di jalan (belum sampai di tempat tujuan kita), atau dibawa ke tempat lain yang bukan tujuan kita,  atau semuanya. Yah, tuk-tuk memang reseh. Yang perlu diwaspadai, terkadang mereka bahkan kongkalikong dengan sesamanya. Jadi menipunya bukan lagi perorangan, tetapi secara berkelompok. Ada yang jadi supir tuk-tuk, ada yang jadi warga lokal sok baik yang ngasih tau kita arah ke sini ke sana, lalu menyarankan kita naik tuk-tuk dengan membayar X baht. Eh, taunya kita dikibulin. Siiiiiaaa*^&^$^%#%$@!!!!

Yah, meskipun saya pernah ditipu bapak supir tuk-tuk (ketika pertama kali ke Bangkok, kedua kalinya saya nggak mau pake tuk-tuk lagi, kapok), saya tetap saja cinta Bangkok. I love Bangkok alot.😀

Kalau mau jalan-jalan, backpack ke luar negeri dengan budget minim, Bangkok bisa jadi pilihan. Selain menyenangkan, tiket masuk objek wisata juga murah, kecuali Grand Royal Palace (sekitar 100 ribu—itu harga yang cukup bikin sesak napas bagi turis kelas backpacker). Jangan bandingkan dengan Singapore, Manila, apalagi Hongkong dan Macau. Biaya hidup di Bangkok cenderung murah. Hostel dengan budget 50an ribu bisa dengan mudah ditemukan di mana-mana, dengan akses transportasi yang mudah. FYI, waktu di Bangkok saya mendapat kamar hostel dengan harga hanya 45an ribu (150baht), dengan fasilitas kamar mandi dalam, kipas angin, double bed (bednya spring bed juga). Kita juga boleh meminta air panas kalau misalnya ingin membuat kopi atau popmie. Pemiliknya juga baik dan ramah. Sebelumnya bahkan saya pernah menginap di hostel seharga 30an ribu di Khao San Road (kawasan turis backpack). Tetapi hostel itu tidak terlalu direkomendasikan karena meskipun kamarnya cukup luas dan dapat jatah internet gratis 30 menit per hari, kamar mandinya shared bathroom jadi kurang nyaman.

Oiya, di Bangkok juga baru dibuka Museum Madame Tussaud. Itu museum yang isinya patung-patung lilin orang-orang beken di dunia. Januari 2011 kemarin harga tiket masuknya sekitar 250 ribu. Di Asia, museum ini juga ada di Hongkong.

Distraksi di kala skripsi. Kangen jalan-jalan di Bangkok.

Depok, 8 Mei 2011

 
 

2 responses to “Kenangan di Negeri Gajah: Thailand

  1. Goda-Gado

    May 26, 2011 at 11:43 am

    masih muda sudah bisa berkesempatan jalan-jaalan keliling dunia dan indonesia…
    hebat !!

    semoga segera selesai skripsinya…

     
  2. Nor Rofika Hidayah

    September 1, 2011 at 12:42 am

    Makasih…. alhamdulillah skripsinya selesai tepat waktu🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: