RSS

A Note of An Elder Sister

23 Mar

Tak terasa sudah 18 tahun lebih saya menjadi seorang kakak. Saya seringkali bertanya-tanya apakah saya ini kakak yang baik? Saya tidak tahu.

Tak terasa pula, Lala, adik perempuan saya, sudah akan memasuki bangku kuliah. Dia sedang berjuang untuk mendapatkan kursi terbaiknya, entah di universitas yang mana. Berikanlah dia tempat terbaik untuk belajar ya RABB, tempat yang baik tidak hanya untuk urusan dunianya, tapi juga akhiratnya kelak. Tempat di mana dia akan menemukan orang-orang yang akan mengajari dan mendidiknya dengan banyak kebaikan. Amin…

Sebagai seorang kakak, saya hanya bisa mendoakan, dan sesekali memberi saran ini itu. Kami tidak terlalu dekat. Kami hanya saling ber-sms ketika ikut lomba, atau mewakili sekolah/kampus untuk kegiatan ini dan itu. Kami memang tidak terlalu dekat, saya sadar. Dan saya sendiri bingung bagaimana membangun kedekatan dengan adik saya. Saya bukan tipe orang yang terbuka, adik saya pun lebih tertutup dari saya. Dia hanya berbicara yang perlu-perlu saja. Selebihnya, di rumah dia lebih banyak diam. Membaca buku adalah dunianya.

Beberapa hari yang lalu saat saya di Jogja, dia mengirim sms kepada saya yang memberitahukan kalau dia ditawari beasiswa S1 dari pemerintah Turki. Syaratnya, dia harus belajar bahasa Turki dulu selama satu tahun. Mirip seperti program Monbusho Jepang. Dia bingung apakah harus mengambil beasiswa itu. Dia bilang, kemungkinan dia untuk memperoleh beasiswa itu 90% kalau dia mendaftarnya, karena dia salah satu orang yang mendapat rekomendasi.

Adik saya memang sekolah di SMA Boarding School Indonesia-Turki. Dia bisa sekolah di sana bukan karena orang tua saya sangat kaya sehingga bisa memasukkan dia ke SMA Boarding School yang kala itu biaya masuknya mencapai 42 juta. Dia sekolah di sana karena mendapat beasiswa, hasil dia memenangkan olimpiade biologi ketika SMP, memperoleh medali perak di tingkat nasional. Selama SMA, dia digratiskan biaya masuk, uang gedung, biaya asrama, biaya bulanan sekolah. Orang tua saya hanya perlu membayar biaya buku, ekstrakurikuler, dan seragam sekolah yang dibayarkan per tahun ajaran.

Kembali ke beasiswa Turki. Saya pun menelpon Lala saat itu juga, menanyakan kejelasan beasiswa, program studi yang ditawarkan, dan lain-lain. Dia mengatakan, dia ingin mengambil bioteknologi atau genetika. Dia bingung apakah harus mengambil beasiswa itu.

Keputusan semacam ini, dia sering bertanya kepada saya. Yang saya lihat, baginya, saya adalah orang di keluarga yang harus dimintai pendapat apalagi mengenai studinya. Tentu saja, karena saya kakaknya dan saya anak tertua. Lagipula, Ibu saya selalu me-refer keputusan-keputusan semacam itu kepada saya. “Coba tanya Mbak Ika,” begitu biasanya.

Dengan melihat penjelasannya, saya mengatakan, “Ambil saja,” dengan pertimbangan ini itu yang kemudian saya jelaskan. Saya juga mewanti-wanti universitas yang dia pilih harus lebih baik grade-nya daripada semua universitas yang ada di Indonesia. Karena jika tidak, untuk apa sekolah jauh-jauh ke sana?

Beberapa dari om saya mengatakan lebih baik kuliah di dalam negeri saja, jika masih S1. Dengan pertimbangan ini itu. Mereka melihat adik saya masih belum terlalu mandiri. Masih agak “ingah ingih” kalau istilah orang Jawa. Takut di sana dia akan hidup “sendiri” tanpa ada keluarga, dan lain-lain. Bagi saya, pendapat itu tidak ada salahnya.

Dalam hati, saya sendiri memiliki kekhawatiran semacam itu. Tapi di sisi lain, saya juga ingin adik saya memperoleh pendidikan sebaik mungkin, sejauh dia bisa memperolehnya. Bagi saya, adik-adik saya harus menjadi orang yang jauh lebih baik dari saya. Saya memang khawatir. Tapi saya percaya di sana, sekalipun dia akan sendirian, ada DIA Yang Maha Menjaga.

Wallahu’alam. Saya yakin Allah akan memberinya tempat terbaik untuk menuntut ilmu dan belajar tentang kehidupan, entah di sini atau di mana pun itu.🙂

 
Leave a comment

Posted by on March 23, 2011 in soliloquy

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: