RSS

Puzzle of Life

06 Feb

In the puzzle of life, every single element is essential.

Kata-kata itu saya catat ketika saya mengikuti ECO Camp Bayer Young Environmental Envoy (BYEE) bulan Oktober 2010 yang lalu.

Percaya atau tidak, setiap apa yang kita lakukan hari ini, akan berimbas pada apa yang akan kita jalani esok hari. Sekecil apapun hal itu, seremeh apapun kebaikan atau keburukan yang kita lakukan.

Semua itu akan menjadi semacam potongan-potongan puzzle hidup kita, bagaimana kelak keseluruhan hidup kita akan tergambar. Apakah pada akhirnya hidup kita akan tergambar dengan apik, atau justru ada cacat di sana sini. Dalam banyak hal, kita sendirilah yang akan menentukan semua itu.

Saya pribadi merasa begitu. Pada kenyataannya, tidak hanya potongan-potongan kejadian yang kita alami yang akan menyusun gambar utuh puzzle hidup kita. Orang-orang yang kita kenal kemarin, hari ini, dan hari esok, kelak juga akan menentukan bagaimana puzzle itu tersusun.

Dan dalam hal ini, saya merasakan betapa social networking sangat berarti entah beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan, atau beberapa tahun setelah saya bertemu seseorang. Ambil saja contoh ketika saya mengikuti final Danamon Young Leaders Award (DYLA) 2009. Ketika final dalam lomba tersebut, beberapa orang bertanya,

“Apa yang kamu dapatkan dari lomba itu?”

Dalam artian mereka menanyakan keuntungan materil yang saya dapatkan dari lomba tersebut.

Saya sendiri, tidak melihat kegiatan-kegiatan yang saya ikuti tersebut dari keuntungan materil yang saya dapatkan, yang jika menang saya akan jalan-jalan ke Jepang, Jerman, atau ke mana gratis untuk mengikuti forum-forum internasional. Ya, saya jamin banyak orang yang mengincar hadiah tersebut, tentu saja, termasuk saya. That’s only one thing, but that’s not the only thing.

Kembali ke DYLA. Satu tahun lebih setelah saya mengikuti DYLA, tanpa sengaja saya mengetahui info suatu acara, sebut saja IYCF, dari status FB salah satu teman yang saya temui di DYLA. Dari situlah, beberapa bulan setelahnya ternyata saya melangkah kaki ke Islamabad dan Bangkok. Dari acara itu juga, saya memperoleh info event lain yang kemudian membuat saya ke Bangkok untuk kedua kali, hanya berselang kurang dari 2 bulan setelah kali pertama saya melangkah kaki ke Bangkok di awal Desember 2010. Semua hal, dalam hidup kita, selalu seperti itu: berantai dan memiliki hubungan kausalitas (sebab-akibat) yang baik buruknya akan kita rasakan dalam waktu yang seringkali kita sendiri tidak mengerti.

Sejauh ini bagi saya, memang benar bahwa dalam banyak hal, justru hal-hal yang tidak tampak keuntungan materilnya justru membawa banyak manfaat dalam hidup kita kelak. Entah itu, seminggu, sebulan, setahun, atau berapa lama setelahnya.

Yang perlu dicatat, kita mungkin tidak merasakannya langsung pada saat itu, tetapi entah kapan beberapa waktu sesudahnya. Terkadang semua itu tersimpan seperti voucher tanpa batas kadaluarsa, yang akan bisa kita gunakan pada saat kita membutuhkannya, tanpa kita menyadarinya.

Depok, 6 Februari 2011

11.06 pm

 

3 responses to “Puzzle of Life

  1. Edwinnata

    February 7, 2011 at 5:13 am

    🙂

     
  2. Nilna Rifda Kholisha

    February 5, 2013 at 5:08 pm

    Salam Ikaaaa…. Masih ingatkah denganku? Kangen banget sama dirimu. Entah ika ngrasain hal yang sama atau nggak sepertiku aku gak peduli, yang jelas aku seneng banget bisa nemuin blog-mu. Awesome!😀
    Sepakat banget dengan tulisanmu ini ka. Masih ingatkah puzzle kehidupan yang kita lewati bersama di Jogja?🙂
    Beneran pengen banget ketemu Ika. Semoga bisa kesampaian. Aamiin.🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: