RSS

Mas, Mas, Indonesia ya, Mas? (Insane Story in Bangkok Part-1)

02 Feb

Ini ceritanya kami sedang di Bangkok. Saya bersama F4 wannabe alias Kak Fadhli, Kak Erik, Edwin, dan Endy jalan-jalan keliling Bangkok setelah Asia Pacific Forum on Climate Change selesai. Ya, kira-kira setiap harinya perjalanan kami dimulai setelah maghrib dan selesai sampai kami merasa capek, ngantuk, dan ingin pulang (bisa jam11, jam 12, bahkan pernah jam1.30 dini hari). Maklum, soalnya saya hanya punya waktu jalan-jalan malam hari setelah forum selesai, jadi ya…mau bagemana lagi? Terpaksalah mengekploitasi malam hari untuk jalan-jalan ke mana saja tempat di bangkok yang masih bisa dikunjungi hingga tengah malam, termasuk nananana*😀

Sepanjang jalan, ada saja bahan becandaan, ceng-cengan, yang mostly tentang kebiasaan jelek orang Indonesia, yang you-know-what, terkadang katrok dan “kurang beradab”. Kami ceng-cengan tentang apa saja. Tahu lah, gaya guyonan kita: we make jokes of everything. 😀

Kali ini yang saya tulis adalah tentang guyonan kami yang berisi satire kebiasaan jelek orang Indonesia. Misalnya, saja, ketika mereka, F4 wannabe itu, (saya nggak termasuk soalnya, wkwkwk) bingung-bingung bagaimana membayar tiket skytrain atau MRT (Mass Rapid Transportation) yang serba otomatis menggunakan mesin GTM (General Ticketing Machine), salah satu dari kami akan menyeletuk,

“Mas, Mas, Indonesia ya, Mas? Katrok gitu…” Wkwkwk

Atau saat saya menyerobot kran wastafel saat cuci tangan, juga akan ada yang menyindir,

“Mbak, Mbak, Indonesia ya, Mbak? Ga mau antri….” hahahaha

Itu belum termasuk kami foto-foto di dalam skytrain/MRT. Orang-orang sampai melihat-lihat ke arah kami, tentu bukan karena F4 wannabe itu ganteng-ganteng, apalagi cantik-cantik (sehingga layak dicurigai sebagai ladyboy). Akan tetapi, penghuni kereta itu melihat ke arah kami tentunya karena tingkah kami foto-foto di dalam kereta. Barangkali orang-orang di kereta itu bilang dalam hati,

“Ini orang-orang apa banget deh? Demi apa pun udah nggak ngerti lagi!” Itu mah bahasa gw….hahahaha.

Kami sempat nekad juga, di stasiun kereta bawah tanah tetep maksa foto-foto. Padahal udah ada gambar kamera dicoret (artinya tentu saja “DILARANG MENGAMBIL FOTO”). Sekali lagi, ya teteup, ga bosen-bosennya kami bilang,

“Mas, Mas, Indonesia ya, Mas? Udah tau dilarang foto-foto tapi tetep aja ambil foto….”

Dasssaaarr…..wkwkwk

"Mas, Mas, Indonesia ya, Mas? Di eskalator aja minta difoto..." (di Subway Station, Hua Lampong)

"Mas, Mas, Indonesia ya, Mas? Di eskalator aja minta difoto..." (di Subway Station, Hua Lampong)

Cerita ceng-cengan ini juga masih berlanjut saat saya dan Edwin transit di negeri Singa (Singapore) dan berdiri di eskalator. Ceritanya si Edwin entah sadar atau tidak, dia berdiri dan diam di sisi kanan eskalator. Padahal harusnya sisi kanan itu digunakan untuk mereka yang mau jalan atau lari di eskalator karena terburu-buru or whatever. Yah, intinya, sama kalau kita naik motor/mobil dan mau nyalip.  Sisi kanan eskalator itu untuk orang lalu lalang. Jadi menurut aturan tidak tertulis, seharusnya kalau berada di lift dan diam, diamlah di sebelah kiri. Di Indonesia, somehow aturan ini tidak berlaku. Sisi kanan eskalator ga terlalu difungsikan, soalnya orang Indonesia santai mulu bawaannya. Probably that’s why Indonesia’s development goes slowly likewise (OOT, hahaha)

Nah, lanjut. Jadi ketika Edwin berdiri dan diam di sisi kanan eskalator, otomatis saja saya bilang,

“Mas, Mas, Indonesia ya, Mas? Di eskalator kok berdiri di sebelah kanan…” hahaha

Lalu si Edwin hanya nyengir dan pindah di sisi sebelah kiri eskalator.

Terkadang saya merasa agak gimana juga, kok rasa-rasanya tiap ada yang jelek-jelek, norak-norak, katrok-katrok, langsung saja otomatis kami bilang, “Mas, mas, Indonesia, Mas?” atau “Mbak, mbak, Indonesia ya, Mbak?”

Seolah yang jelek-jelek itu Indonesia semua. Tapi ya mau bagemana lagi, itu kenyataan yang kita temui sehari-hari. ^^v

 
2 Comments

Posted by on February 2, 2011 in experience, moment, trip/traveling

 

2 responses to “Mas, Mas, Indonesia ya, Mas? (Insane Story in Bangkok Part-1)

  1. edwinnata

    February 2, 2011 at 12:44 pm

    yang makan mi rebus campur telor..
    *mbak-mbak indonesia ya

     
    • Nor Rofika Hidayah

      April 10, 2011 at 1:38 pm

      wkwkwk. mie rebus + 2 telur, cap cus….. makanan dewa deh pkoknya… ^_-

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: