RSS

How to be A Romantic Guy

03 Jan

Saya sering sekali iseng mengatakan kepada sahabat saya, “kamu tuh ya, bener-bener, gak ada romantis-romantisnya.” Lalu kami tertawa.
Dia bertanya, ”memang romantis itu gimana sih?”
Dan kalau sudah begitu dia biasanya akan memulai guyonan gombal yang pada akhirnya komen saya selalu sama, ”njijiki.”
Lalu kami tertawa lagi karena dia belum pernah berhasil membuat saya berkata, ”u’re so sweeeettt…..” hahaha

Karena sering sekali melewati kejadian seperti itu, saya jadi tertarik membuat notes, tentang bagaimana bersikap romantis. Percaya atau tidak, itu sih terserah, saya toh hanya ingin menulis saja.

***
Menjadi romantis tidak perlu mahal. Tidak selalu memaksakan diri mengajak candle light dinner di restoran yang wah.

Menjadi romantis tidak perlu juga dengan terlalu banyak bicara. Apalagi jika hanya NATO alias ”no action, talk only”. Romantis sebenarnya tidak perlu terlalu banyak menggombal, macam ”everything i do, i do it for u.” Jyah. Tidak perlu lah bilang-bilang seperti itu. Aseli, kalau begitu mah bener-bener, ”gombaaaaallll”. :p

Intinya, romantis menurut saya itu selalu ada saat kita butuh, tanpa kita perlu mengatakannya. (prikitiuwww…)
Misalnya saja, menawarkan untuk membawakan barang bawaan yang sedang dia (perempuan) bawa, TANPA menunggunya meminta tolong. Apalagi kalau barang bawaan itu terlihat cukup berat. Setidaknya dengan begitu dia akan tahu, bahwa the one itu tidak ingin dia pernah merasa kesulitan saat bersamanya; setidaknya dia akan tahu bahwa the guy itu ada saat ia membutuhkan, bahkan tanpa dia perlu mengatakannya. (Ihiiyyy….tu mah maunya gw…hahaha)

Hal lainnya, adalah kejutan. Misalnya saja, tiba-tiba berikan dia sesuatu hadiah, tidak harus mahal, tapi sesuatu yang kira-kira membuat dia senang. Dan feeling surprised.
Hal-hal kecil seperti itu akan lebih berkesan, lebih bisa menunjukkan bahwa Anda sebenarnya adalah orang yang romantis, dan gentle. Bahkan hal ini tidak harus dilakukan dengan barang. Bisa jadi, saat berjalan di mana, Anda tiba-tiba membawakannya segelas minuman, atau sebungkus kentang goreng, atau makanan apa lah. Itu akan membuat Anda sebagai such a lovely guy. (ini jg mah maunya gw juga….hahaha)

Ide lainnya, versi Fik, sahabat saya, adalah cobalah tiba-tiba muncul di hadapannya, saat dia sedang sedih. Misalnya saat dia mengatakan, ”saya sedang menangis.”, lalu si the one itu menelponnya atau mengirim pesan, ”aku di depan rumahmu, ayo kita keluar mencari udara segar.” Dia pasti akan langsung merasa kuch kuch hota hai—kalau versi film India, wakakakak.

Untuk hal ini, sebenarnya banyak hal yang saya ambil dari cerita teman saya, tentang bagaimana dia merasa diperlakukan sebagai ”benar-benar perempuan”, dan dia menganggapnya romantis. Saya juga mencatat hal ini dari perlakuan beberapa sahabat saya kepada saya, dan itu membuat saya selalu merasa aman dan nyaman saat bersama mereka.

Tentang sahabat-sahabat Pakistan saya, Bilal, misalnya. Ketika jalan bersama-sama, seringkali menawarkan barang bawaan saya, ”let me bring it for u,” Lalu saya menjawab, ”Really? But it’s heavy….” (basa-basi menolak padahal mah mau banget dibawain, hahaha)
”Yeah, don’t worry…” katanya sambil tersenyum.
”Aaa….thank you, Bilal. You’re so nice…”
(so nice, bukan merek sosis ya….hehe)

Atau ketika di meja makan saya (ketika dinner) tidak ada sendok dan garpu, dan saya baru mengangkat tangan akan memanggil pelayan, Rana langsung bertanya,”What’s wrong, Ika? Do u need something?”
“Yeah, there’re no fork n spoon here. I’ll ask them (waitress)” Jawab saya.
”No, no, just sit here, and I’ll find it for u. Oke?”
Jawabnya. Lalu dia pun sibuk mencari sendok dan garpu untuk saya.

Shah, bocah 19 tahun yang memanggil saya “munni”, tiba-tiba memberikan gift di saat kami akan berpisah untuk pulang ke tempat asal masing-masing, padahal dia awalnya terkesan cuek dan agak usil awalnya. Dia mengatakan kepada saya (dengan mata agak berkaca-kaca), ”You will really miss us when we’re leaving. After come back to your home country, you will see yourself sit in front of your computer, seeing the pictures, and start crying when you remember all of those memories.”

*I do miss u all, my best Pakistani friend! ;'(

Sahabat saya yang lainnya, selalu membuat saya merasa bahwa saya tidak perlu melakukan apa-apa jika ada dia. Let me do everything that I can do for u. Ihhiiiiyyy….Begitulah istilahnya. Wkwkwk

Nah, itu mah menurut saya, yang kata teman saya, saya itu tipe orang yang fun loving dan suka dengan hal-hal yang sederhana. Uhuk! Aseli saya nggak tahu ini menulis apa. Cuma ingin menulis saja.
;p

 
4 Comments

Posted by on January 3, 2011 in love, moment

 

4 responses to “How to be A Romantic Guy

  1. arifromdhoni

    February 2, 2011 at 8:07 am

    Banyak orang kesulitan untuk menjadi romantis dan tidak tahu harus berbuat apa.😀

     
  2. setetestinta

    April 8, 2011 at 5:08 pm

    haha, jadi note ini nambah pengetahuan dong?😀

     
  3. jiut

    October 27, 2011 at 9:01 am

    tadinya mau serius baca nyang ini… eh koq jd ketawa lgi!….
    tp akhirnya sedihh gitu yachh…. how sweet memories…
    tp sofar mbantu baget bwt kami2 kaum adam… thank inpo ka…

     
    • Nor Rofika Hidayah

      December 1, 2011 at 3:53 pm

      wakakakak, ini tulisan dibikin waktu lagi butuh hiburan, malah banyak yang “iya iya” setelah baca tulisan ini, haha..

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: