RSS

Soliloquy

01 Jan

Soliloquy. Tak ada yang lebih menyenangkan dari semua itu. Membicarakan perasaan kita pada diri sendiri, pada segenggam hati yang berusaha mengusir secarik sepi.

Saya tidak tahu lagi, pada telinga dan mata yang mana saya bisa menuturkan semua. Tentang mimpi-mimpi, tentang hari ini, tentang selembar tawa, senyum, kelelahan, hingga kegetiran. Saya juga tidak tahu harus memulai dari mana. Terlalu banyak keping-keping yang berserakan: kepingan masa lalu dan remahan perasaan yang tak kunjung mau menyatu. Saya tidak tahu.

Juga tentang selintas harapan hari esok yang ingin saya lalui. Tentang sakura, Sapporo, salju, musim semi, dandelion, padang pasir dan masjid-masjid indah di Makah dan Madinah, hingga sungai-sungai bening Venesia.

Saya masih ingin bermimpi, tentang tulip dan juga kota cantik bernama Barcelona. Ibu bilang, ingin suatu saat saya sampai ke sana, ingin saya melanjutkan studi saya hingga ke negeri antah berantah. Rasanya terkadang aneh, menjadikan keinginan seseorang sebagai mimpi. Tetapi entahlah, semuanya seperti terpatri secara otomatis. Saya tidak tahu mengapa.

Terkadang rasanya lelah, berlari-lari untuk sampai ke sana.

 
2 Comments

Posted by on January 1, 2011 in fragile, social, trip/traveling

 

2 responses to “Soliloquy

  1. iben

    April 5, 2011 at 9:29 am

    only by thinking of it, you’re there already. and by keep thinking of it, you will be there once again. body and soul…πŸ™‚

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: