RSS

2010 at a Glance (1)

01 Jan

Saya mengakhiri tahun 2010 dengan alhamdulillah dan mengawali 2011 dengan bismillah.

2011. Artinya my Oriflame stuffs are getting closer to their expired date. Hahaha

Bukan. Ini bukan tentang Oriflame saya yang ingin saya bicarakan. Saya hanya ingin mengingat, apa saja yang telah saya lakukan dan capai selama tahun 2010.

Seperti biasa, satu tahun terasa seperti berkedip, cepat sekali. I’m getting older, and surely my life is getting closer to the end.

Bulan Januari, Liburan semester 5, saya masih tinggal di rumah Demaan. Pertengahan bulan, teman-teman BEM sebanyak 17 orang datang ke rumah. Mereka menginap di rumah Kapling, yang beberapa minggu ke depannya akan saya tempati lagi. Saat itu cuaca sangat tidak bersahabat, sehingga mereka tidak begitu bisa menikmati pantai-pantai di Jepara.

bersama BEMers FKM UI 2009 di Pantai Kartini

bersama BEMers FKM UI 2009 di Pantai Kartini

Saya masih seperti itu. Masih menjadi kapas basah yang suka mendengarkan lagu-lagu jaman 80an sampai tahun 2000an awal. Lagu-lagu jaman om-om saya masih remaja dan masih labil.

Februari dan Maret, saya habiskan untuk mengurusi kompetisi Mapres di tingkat Fakultas, dan Alhamdulillah, saya terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama FKM UI 2010.

Bulan Maret, saya pulang ke rumah Kapling, karena kami sekeluarga pindah rumah. Akhirnya, setelah 10 tahun meninggalkan rumah itu, saya kembali ke sana. Banyak hal berubah sejak saya pindah ke sana. I feel much better, karena tidak banyak yang perlu saya ingat di rumah itu. No memory, less pain. Let’s start a new life in a new but old home. I started waiting not anyone there.

Bulan berikutnya, yakni April dan Mei, saya masih berjibaku dengan mapres tingkat universitas. Awal Mei, tanggal 12, saya mempresentasikan karya tulis saya di tingkat universitas. Dan tanggal 13 adalah Malam Apresiasi Prestasi di Balairung. Di sanalah diumumkan bahwa Mapres Utama UI adalah Tantia Dian Permata Indah (FE, 2006), dan saya sendiri berada di urutan ke-6 setelah Tantia (FE), Jay (Fasilkom), Felix (FK), Adhul (FT), dan Rain (FISIP). That’s ok. Dalam kompetisi selalu ada pemenang dan yang kalah. Yang lebih penting adalah, banyak proses dan pelajaran yang saya peroleh untuk menuju ke sana. Life is adventure, bukan? Bukan. Life is choice of adventure.

Sejak akhir April hingga Juni, saya mengikuti Indonesia Leadership Development Program (ILDP). Bagi saya, yang paling berharga dari ILDP adalah saya (akhirnya) menemukan orang-orang yang dalam banyak hal sejalan dengan saya. Adhul, Fik, Fiza, Ijo, Alfi, Wahyu, Jay. Masing-masing dari kami saling menjaga semangat, untuk terus berprestasi, berkontribusi, dan mewujudkan mimpi-mimpi. Thank you ALLAH, I found them!🙂

Weekend di Rumah Kayu Pak Gumilar (Rektor UI), salah satu acara ILDP

Weekend di Rumah Kayu Pak Gumilar (Rektor UI), salah satu acara ILDP

Masih di bulan Juni. Alhamdulillah dapat kerjaan penelitian kualitatif dari CHAMPS (Center for Health Administration and Management Policy Studies), yang beban kerja dan pendapatannya sangat lumayan. Tabungan pun bertambah, tapi juga cepat berkurang, ahaha. Pathetic sekali.

Akhir Juni, Senin siang, tiba-tiba saya mendapat telepon di siang hari saat saya sedang berada di rektorat. Oleh orang yang saya tidak kenal, saya ditawari untuk mengisi penyuluhan di Pulau Tidung – Kepulauan Seribu. Padahal saya masih terikat dengan CHAMPS karena pekerjaan saya di sana belum selesai. Setelah deal dengan CHAMPS, akhirnya saya diberi ijin untuk ke Pulau Tidung selama beberapa hari. Pagi hari di Hari Selasa, saya pun berangkat ke Pulau Tidung, dijemput di Halte UI di depan Menwa UI. Saya mengajak Eva untuk memberi penyuluhan di sana. 24 Juni 2010, my birthday, saya habiskan di Pulau Tidung. Thanks GOD, for my birthday gift.🙂

Jembatan Cinta _ Pulau Tidung
Jembatan Cinta _ Pulau Tidung

Perjalanan saya ke Pulau Tidung lebih mirip disebut “berwisata sambil bekerja”, daripada disebut “bekerja sambil berwisata”. Karena kenyataannya, jam penyuluhan saya dalam sehari hanya 3-4jam saja, ditambah briefing dan menyiapkan bahan-bahan presentasi yang sudah saya bereskan di hari pertama kedatangan saya. Sisanya saya bisa jalan-jalan ke sana ke mari. Saya bersepeda keliling Tidung dan tentu saja pergi ke Jembatan Cinta yang cantik itu.

Sunrise di Pulau Tidung
Sunrise di Pulau Tidung

Sepulang dari Tidung, saya dan teman-teman ILDP masih harus melaksanakan social project kami di daerah Bantar Gebang, Bekasi.

dilihat dari jauh: Gunungan sampah di Bantar Gebang

dilihat dari jauh: Gunungan sampah di Bantar Gebang

Di balik gunungan sampah itu, kami melaksanakan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, membuat perpustakaan mungil di mushola, dan pentas kesenian sederhana.

Bersama Ijo: tetep narsis di tengah hecticnya acara ILDP di Bantar Gebang.

Bersama Ijo: tetep narsis di tengah hecticnya acara ILDP di Bantar Gebang.

 

*berlanjut di 2010 at a Glance (2)…..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: