RSS

Habibie & Ainun

31 Dec

Saya sedang membaca buku “Habibie & Ainun”, baru sampai di halaman 67. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari kehidupan dua sejoli yang meskipun telah berpisah raga ini. Pelajaran tentang cinta, keluarga, kesabaran, pengorbanan, perjuangan, keteguhan, dan entah apa lagi yang tersisa di lembar-lembar berikutnya yang belum saya baca.

Ada hal menarik yang saya kutip dari catatan Bu Ainun yang dikutip oleh Pak Habibie,

“Memang, tuntutannya banyak. Terhadap istri. Terhadap anak. Terhadap anak buahnya. Ia ingin mencapai yang setinggi-tingginya. Dia memberikan segalanya dan menuntut segalanya. Dia memberi dan menuntut secara mutlak. Begitulah sifatnya. Itulah yang membuat hidup dengannya tidak mudah.

Tetapi ia juga memberi secara mutlak, semua yang ada padanya diberikan kepada anak-isterinya: impian-impiannya, kepandaiannya, semangatnya, marahnya, kekecewaannya, perhatiannya, kesehatannya, pengorbanannya. Di dalam segala kehebatannya, ia sangat peka: perhatian kami, pengertian kami, dukungan kami, baginya segala-galanya. Itulah yang membuat semua ada gunanya.”

Kutipan yang menarik, tentang bagaimana seorang Pak Habibie mencurahkan segalanya, memberi secara mutlak untuk keluarganya, untuk istri dan anaknya, di samping kesibukannya sebagai ilmuwan dengan prestasi yang luar biasa.

Pak Habibie memang seorang professor, yang kehebatannya telah diakui tidak hanya di Jerman dan Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Dan Bu Ainun, beliau “hanyalah” seorang dokter. Saya sebut “hanya”, bukan karena ingin merendahkan level pendidikan beliau. Sama sekali tidak. Saya sebut “hanya”, hanya untuk membandingkan level pendidikannya dengan Pak Habibie yang seorang professor berkaliber internasional.

Di sinilah ada sesuatu yang saya sangat kagumi dari Bu Ainun, dengan “hanya dokter”nya beliau. Beliau rela mengorbankan kehidupan profesionalnya, karirnya, dan mencurahkan waktunya untuk keluarga dan anak-anaknya, juga untuk kemajuan karir suaminya. Sedikitpun tidak mau membuat konsentrasi Pak Habibie terganggu, mulai dari masalah-masalah di dalam rumah, dan pada hal yang lebih besar lagi (barangkali): memunculkan kekhawatiran di dalam diri Pak Habibie bahwa anak-anak mereka akan kekurangan perhatian dari orang tua mereka. Mengingat kesibukan Pak Habibie yang hampir menyita seluruh waktunya bagi keluarganya.

Di sana, Bu Ainun selalu ada, membagi cinta kepada anak-anaknya yang seringkali “kehilangan” ayahnya yang lebih sering bercengkrama dengan teknologi. Di sana, Bu Ainun selalu ada, untuk selalu memancarkan senyum kebahagiaan di tengah segala keterbatasan yang mereka lalui.

Mungkin, dengan “tidak hanya dokter”nya seorang Bu Ainun, barangkali Pak Habibie tidak sehebat sekarang. Saya yakin, secara intelektual, Bu Ainun tidak berbeda jauh dengan Pak Habibie, meskipun berbeda bidang kompetensi. Bu Ainun, jika saja beliau memilih untuk berkarir di dunia profesionalnya, mungkin beliau tidak akan kalah hebat dengan Pak Habibie di bidangnya sekarang. Tapi itulah hebatnya Bu Ainun. Beliau bersedia memilih jalan yang lain, yang barangkali tidak banyak orang memilihnya: cukup menjadi ibu dan istri bagi anak-anak dan suaminya.

Saya percaya, bahwa “behind a great man, there’s always a great(er) woman”. Di samping seorang laki-laki yang hebat, di sana selalu ada perempuan yang juga hebat, atau lebih hebat dari laki-laki hebat tersebut. Entah itu istri, atau ibu yang hebat. Jika laki-laki itu memiliki keduanya, maka ia benar-benar beruntung.

Dan itulah Bu Ainun, perempuan hebat yang berada di samping Pak Habibie.

Depok, 31 Desember 2010
19.30 pm

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2010 in love, social

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: