RSS

Memasak dan Dapur Kos

10 Aug

Dulu saya tidak suka memasak, dan juga tidak begitu tertarik untuk benar-benar belajar memasak. Saya juga tidak tahu mengapa, padahal saya iri kepada orang-orang yang pintar memasak, pada chef, penata gaya di majalah-majalah makanan, dan mereka yang dikaruniai hobi memasak.

membuat salad bersama I'a, Iit, dan Kak Mukhlis

membuat salad bersama I'a, Iit, dan Kak Mukhlis

Saya tidak tertarik untuk belajar memasak, sampai akhirnya saya pindah ke kos baru bekas kos senior saya. Alasan saya menyukai kos itu adalah ventilasi kamarnya yang bagus, posisi kamar yang berada di depan taman (tidak berderet-deret di dalam ruangan tertutup seperti kos lain pada umumnya), dan dapurnya yang luas dan terkesan “sangat rumah”.

Saya pun pindah ke sana, membawa perlengkapan memasak ala kadarnya, tetapi relatif lebih lengkap jika dibandingkan anak kos lainnya. Saya masih ingat ritual awal saya ketika itu. Belanja ke tukang sayur aneka bumbu, beberapa sayuran (seingat saya, saya membeli tempe, bayam,wortel, ayam, dan bumbu-bumbu dapur). Lalu, mulailah saya menelpon ibu, meminta resep, dan memasak.🙂

Awal memasak, saya bahkan belum hafal bau rempah-rempahan akar seperti jahe, kencur, kunir, temu kunci. Waktu kecil, padahal saya hafal bau-bau bumbu dapur itu. Akan tetapi, mungkin karena sudah kelewat lama tidak menyentuh bumbu dapur, saya jadi tidak ingat.

Tak hanya lupa bau bumbu-bumbu. Waktu itu rasanya memperkirakan segala sesuatunya sulit sekali, mulai dari takut kebanyakan, terlalu sedikit, kurang garam, kurang gula, kurang ini, dan kurang itu. Sampai akhirnya saya menemukan rasa yang mirip dengan masakan ibu saya. Jujur, saya mendefinisikan masakan saya berhasil kalau rasanya seperti masakan orang yang saya mintai resep, yang biasanya tidak lain adalah ibu saya.

hasil praktikum mata kuliah Gizi Kuliner

hasil praktikum mata kuliah Gizi Kuliner

Ternyata memasak itu menyenangkan. Entahlah, tapi rasanya asyik saja. Memang agak capek, tapi puas rasanya kalau makan hasil masakan sendiri. Puas rasanya kalau orang lain suka, atau minimal doyan dengan masakan kita. hehehe

 
2 Comments

Posted by on August 10, 2010 in experience, hobby

 

2 responses to “Memasak dan Dapur Kos

  1. lifeisabridge

    January 2, 2011 at 2:22 pm

    Adalah aneh kalo anak Gizi gak suka masak😛

    Btw,adikku juga anak Gizi..:D

     
  2. setetestinta

    April 8, 2011 at 5:06 pm

    Makanya, biar gak dianggep salah jurusan, aku belajar masak…. :p

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: