RSS

Dandelion

10 Aug

Perrnah meniup dandelion?

Kenyataan yang baru saja saya lewati terasa seperti meniup dandelion. Ketika meniupnya, ada dua hal yang saya rasakan. Satu, saya merasa kehilangan. Dua, saya belajar melihat keindahan.

Pada awalnya, saya sangat menyukai ketika dandelion itu utuh. Lalu, saya pun meniupnya. Rasanya seperti melihat keindahan tak terperi, tetapi di saat yang sama, saya juga merasa kehilangan. Sangat. Dandelionku tak lagi utuh, meskipun saya (mungkin) masih memiliki sebagian yang lain.

Lalu saya tersadar, bahwa jika tak meniupnya, dia tak akan tumbuh. Jika tak meniupnya, ia hanya akan menjadi dandelion yang saya genggam. Kemudian saya juga semakin tersadar, bahwa sekarang atau nanti, dandelion itu akan terbang, terburai, menjadi bukan milik saya lagi, entah karena saya tiup, terbelai angin, atau tertimpa gerimis.

Depok, 10 Agustus 2010

 
Leave a comment

Posted by on August 10, 2010 in experience, fragile

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: