RSS

Iri sama Transportasi di China

06 Nov

Jika saya ditanya tentang China, maka selain Greatwall dan Forbidden City, yang paling saya ingat adalah sistem transportasinya yang sangat mumpuni. Jika dibandingkan dengan Jakarta, maka Jakarta hanya akan mendapat nilai 5 sedangkan China dengan 1,3 milyar penduduknya itu saya beri nilai 9. Kenapa?

Sistem transportasi publik di China sangat superb! Dengan penduduk sebanyak itu, Beijing, sebagai ibukotanya, memiliki tingkat kemacetan yang jauh di bawah Jakarta. Tanya lagi kenapa? Karena begitu banyak yang menggunakan transportasi publik. Mengapa relatif banyak yang menggunakan transportasi publik?

Tak hanya nyaman, tepat, waktu dan sangat bisa diandalkan, transportasi publik di China juga sangat murah. Jika di Singapore, naik MRT/Subway seharga 1 dolar singapore sekali naik (sekitar 8.000 rupiah), di China, harga tiket subway hanya 2 Yuan atau hanya sekitar 2800 rupiah. Subway yang canggih itu, tersedia setiap 2-3 menit sekali, ke manapun tujuan kita. Dan sepadat-padatnya subway, kondisinya masih sangat “manusiawi” dibandingkan KRL Jabodetabek. Setidaknya kaki tidak tergencet-gencet, dan kita masih bisa “bernafas”. Semua kereta ber-AC.

Setiap kali kereta berhenti, maka pintu kereta akan tepat berhenti di tanda-tanda pintu. Tepat di depan pintu tersebut, tepinya terdapat 3 tanda borderless yang membagi arus keluar masuk penumpang kereta. Satu jalur di tengah digunanakan untuk penumpang yang akan keluar dari kereta. Dua jalur lagi, yang terdapat di kiri dan kanan jalur tengah tadi, digunakan untuk penumpang yang akan masuk ke dalam kereta. Hebatnya, meskipun tanda-tanda tadi beberapa telah agak usang, arus orang masuk dan keluar sangatlah teratur. Tak peduli tua muda, berbaju kumal maupun rapi, bakul maupun saudagar kaya, semuanya mengikuti “arus” itu dengan tertib.

Image

Selain harga tiket MRT sangat murah, harga tiket bis kota lebih fantastis lagi murahnya. Ketika saya di sana, sekali naik bis cukup membayar 1 yuan (sekita 1400 rupiah). Itu jika saya membayar dengan fresh money. Jika saya membayar dengan kartu khusus transportasi (mirip kartu ATM yang bisa di-top-up), saya cukup membayar 0,4 (nol-koma-empat) yuan, atau sekitar 600 rupiah!

Bis-bis di China mirip dengan TransJakarta. Meskipun usia-usia bisnya relatif lebih tua, kondisinya masih nyaman. Hampir di setiap bis, terdapat papan informasi elektronik di atap depan dan/atau atap tengah bis, yang memberikan informasi nama halte bis pemberhentian terdekat, atau nama halte saat bis berhenti. Papan elektronik tersebut ditulis dengan huruf China, dan ada sistem yang membacakannya secara otomatis. Sayang sekali saya tidak punya foto papan elektronik tersebut. tapi kurang lebih hampir sama seperti papan elektronik di TransJakarta.

Tak hanya itu, infrastruktur jalan di China semuanya m-u-l-u-s seperti jalan tol di Jakarta. Jalan-jalannya segede gaban, dan terbagi menjadi jalur bis/mobil/truk, jalur pemberhentian taksi, serta jalur sepeda dan sepeda bermotor. Tak hanya itu, yang menyenangkan adalah, trotoarnya sangat luas, rapi, dan mengakomodir pejalan kaki. Selama saya di Beijing, berjalan kaki sangatlah nyaman.

Coba kalau Jakarta dan kota-kota besar lainnya d Indonesia bisa seperti itu.. Hah… pasti Jakarta nyaman sekali. :)

Image

Jalan raya di salah satu jalan protokol Beijing

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on November 6, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: