RSS

Belanja di Beijing: Geregetan

19 Dec

Sanlitun-Yashow Market. Pasar yang mirip ITC ini menjual berbagai macam barang mulai dari pakaian sampai souvenir-souvenir khas China.

Bagi saya pengalaman belanja di Beijing sangatlah berkesan dan menggemaskan. Haha. Kenapa? Bukan karena gemas lucu, tapi gemas karena geregetan: geregetan dengan barangnya yang murah-murah; geregetan dengan sikap penjualnya yang kebanyakan songong; geregetan dengan harga tawarnya—yang bisa mencapai 20 kali lipat dari harga aslinya, serta geregetan (campur geli bahkan emosi) dengan respon pedagangnya ketika tawar-menawar.

Saya memang sebelumnya sudah membaca beberapa testimoni orang, dan mendengar orang-orang yang saya temui—yang sudah pernah ke Beijing. Semuanya sampai pada satu kesimpulan: belanja di Beijing harus “nekad” nawarnya, karena harga yang ditawarkan bisa sampai 10 kali lipat.

From 100 to 5 yuan

Barang pertama kali yang saya beli adalah satu set hiasan China dalam kotak. Isinya berupa korek, asbak, dan pembuka tutup botol. Awalnya mereka memberikan tawaran harga 60 yuan. Secara teori harusnya saya menawar 5 yuan saja (dan itu adalah harga tawar maksimal, menurut orang-orang). Tapi, saya masih “tidak tega”. Dalam hati, “masa’ seperti itu saya tawar 5 yuan? Rasanya nggak manusiawi banget.” Lalu saya pun berniat menawar 15 yuan. Rasa “tidak tega” itu masih ada, dan saya menawar berdasarkan standar harga ketika saya membeli souvenir di Singapore dan Bangkok, dan akhirnya membuat mulut saya menawar: 20 yuan. “Mamen, ini China, bukan Singapore atau pun Thailand,” Kata saya dalam hati  setelah menyebut 20 yuan, merasa tolol karena nggak tega nawar.

Akhirnya saya pun membeli barang itu dengan harga 20 yuan (tanpa ada kenaikan harga dari harga tawar saya). Ya iyalah, secara saya nawarnya ketinggian banget-banget.

Saya masih agak menyesal ketika membeli barang itu, karena merasa tidak mempraktekkan teori dan pesan orang-orang ketika belanja di Beijing: tawarlah MAKSIMAL 10 % dari harga yang ditawarkan. Dan saya? Menawar 33% dari harga tawar. Betapa bodohnya, sudah tahu teori tapi nggak dipraktekin.

Penyesalan saya pun bertambah ketika setelah keluar dari gerbang forbidden city, teman saya, Roel, diikuti oleh seorang padagang laki-laki (bapak-bapak) yang menawarkan sebuah hiasan naga.

“Mister, mister, this is good for souvenir. I can give you a good price.”

“Well, very nice.” Roel hanya melirik dan menanggapi ramah, sembari tetap berjalan. Saya yang disampingnya hanya diam saja, tanpa komen.

Akhirnya karena jengah diikuti pedagang, saya menyusul Inge, teman saya yang berjalan di depan. Roel masih berjalan santai dan diikuti bapak-bapak tadi yang  terus nyerocos.

“Mister, just look for a moment. This is very good.”

“Well, thank you, but I’m not interested.”

“I can give you a good price, a hundred (100) yuan only.”

“No, thanks.” Kata Roel. Tapi pedagang itu benar benar bandel dan tetap mengikuti Roel.

Inge yang sedang berjalan dengan saya (kira-kira 5 langkah di depan Roel), akhirnya nyeletuk,

“Roel, tawar aja 1 yuan, nanti juga dia pergi.” Kata Inge, tentu dalam bahasa Inggris.

Akhirnya Roel pun menawar, “Five yuan.”

“No, Sir. That’s too cheap.”

“If not then I’ll not take it” kata Roel.

“Ok, Ok, Five yuan.”

“WHAT?? FIVE YUAN?” Kata Roel, Saya dan Inge berbarengan. Reflek saya dan Inge pun langsung menengok ke belakang menatap Roel dan pedagang itu. Sementara pedagang itu sibuk membungkus si naga, Roel pun sama-sama menatap saya dan Inge dengan sorot mata: iya 5 yuan!

Kami bertiga rada bengong dan pasang muka ‘udah nggak ngerti lagi demi apapun’ karena dari harga 100 yuan ditawar 5 yuan langsung dikasih sama pedagangnya, without any “defence” dari pedagang untuk menaikkan harga!

*Kurang lebih begitu tadi percakapan si Roel dan bapak pedagang itu.

“It’s crazy.” Kata saya dan Inge, lalu kami bertiga pun bergosip dan tertawa-tawa bego membahas barang yang dibeli Roel.

Roel, Inge, Bibilotte dan Saya di Tian'anmen Square (sebelum masuk ke Forbidden City). Tinggi saya nggak nyampe sepundak mereka, wkwkwk :D

Kata-kata “Ajib” Pedagang di Beijing

Lain cerita dengan harga 100 yuan jadi 5 yuan. Saya dan Lina, anak UGM, mencatat di otak kami kelakukan pedagang-pedagang China yang bisa bikin ngamuk sekaligus tertawa. Setelah belanja di Sanlitun Yashow (semacam ITC tapi lebih kecil), kami pun bertukar cerita tentang respon para pedagang China ketika kami menawar barang.

Bagian depan Sanlitun Yashow

Nah, respon-respon pedagang China inilah yang membuat saya dan Lina cengengesan sepanjang San Li Tun sampai apartemen kami yang kira-kira berjarak 2 km.

Yang perlu dicatat ketika belanja, para pedagang itu akan memasang berbagai macam ekspresi, yang kebanyakan negatif, mulai dari ekspresi marah dengan pasang muka “lu kalo nawar jangan ngaco”, sampai pasang muka melas  dan berkata, “jangan gitu dong mbak, my boss will kill me kalo mbak nawar segitu”. Haha, emang suka lebay mereka itu. Nah, buat catatan aja, ini emang hal wajar yang dilakukan mereka dalam berjualan.

Respon standar dan tergolong paling “ramah” setelah kita nawar adalah memasang muka kecut sambil bilang, “No, your price is joking”. Lalu dunia per-tawar-an pun biasanya saya respon dan berlanjut jadi begini:

“I’m not joking. You’re the who start joking with your price, give me reasonable price then. ” Jawab saya.

Dan bla bla bla bla.

Atau

Saya: “How much is this?”

Pedagang: “60 yuan”

Saya: “No. Five yuan”

Pedagang: “No, you’re kidding me,”

Saya: “Because you’re kidding me first. “

Bla bla bla bla, dan akhirnya kena deh 6 yuan, hehehehe.

Atau

Pedagang: “Madam, it’s cheap, Madam. 100 for 5 (100 yuan dapet 5 biji)”

Pedagang: “Madam, 100 for 7…. 100 for 9… 100 for 10…”

Saya: “No… 100 for 12..”

Pedagang: “No, Madam. Your price is killing me. 100 for 10 is the last price. It’s very cheap”

Dan bla bla bla bla. Akhirnya kena deh 100 yuan dapet 12 biji. :P

——–

Beberapa respon tadi adalah respon paling standar dari pedagang di sana.

Respon lainnya ada yang lebih kacau lagi, misalnya

Saya: “How much?”

Pedagang: “200 yuan”

Saya: “No. 30 yuan.”

Pedagang: “What?? You’re crazy! I’ll kill you!” Lalu melengos.

—-

Ada juga yang seperti ini (cerita Lina),

Lina: “How much?”

Pedagang: “Two hundred (200) yuan.”

Lina: “Twenty”

Pedagang: “You’re fever..” Kata pedagangnya sambil memegang kening Lina dengan santainya (seperti kalau ngecek orang lagi demam).

Lina pun kaget lalu membalas, “ No, you’re (the one who) fever.”

Pedagang: “You’re fever”

Lina: “You’re crazy,” balas Lina sambil melengos pergi.

Yah, inti dari postingan ini sih, pedagang di Beijing kalau ngasi harga tawar itu “ape kate gue”, bisa 7 kali lipat bahkan sampai 20 kali lipat. Respon kalau kita nawar juga “suka-suka gue”, mau pasang muka melas, muka asem, sampe muka ngamuk, semuanya ada. Dan satu lagi, kata-kata yang dikeluarin waktu tawar menawar juga ajib: mulai dari “your price is joking”, “your price is killing me”, sampai “I’ll kill you” dan “You’re fever”.

Memang saya masih nemu sih pedagang yang ramah dan ngasi harga rada ‘wajar’, tapi itu mungkin cuma satu dari 50 penjual yang ada di Sanlitun, hehehe.

*Ini ceritaku… Apa ceritamu? :p

 
4 Comments

Posted by on December 19, 2011 in Beijing, trip/traveling

 

4 responses to “Belanja di Beijing: Geregetan

  1. alfisyahriyani

    December 24, 2011 at 11:10 am

    hahaha, seru beut ka, dan lu gak kasih gue oleh2 yah. Cukup tahu aja :p

     
    • Nor Rofika Hidayah

      December 27, 2011 at 2:16 pm

      gw beliin lo cui. tapi nasib lo pas kita ketemu oleh2nya ada di rumah om gw, heheheh. Gw lagi di jepara nih. Tar ye kalo balik lagi ke depok kt ktmuan lagi inshaAllah gw bawain oleh2 lo. :D

       
  2. Faldo

    May 27, 2012 at 7:34 pm

    ini lucu ! hahha

     
  3. Erina

    November 23, 2013 at 12:16 pm

    Hahahahah…lucu dan menarik banget nih tulisannya…jadi buat bekal untuk “bersikap” kalau mau belanja di Shanghai… soalnya saya paling takut kalau nawar barang belanjaan, suka kasihan.. Tapi stlh baca ini saya jd BERANI nanti klau belanja di sana .

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: